MENYIASATI DANA PENDIDIKAN ANAK

Prof. Roy Sembel
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Multimedia Nusantara

Sandra Sembel, pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
(ssembel@yahoo. com)

Liburan anak-anak baru saja usai. Anak-anakpun kembali ke bangku
sekolah. Namun, tidak semua anak beruntung. Banyak pula yang tidak
bisa melanjutkan sekolah karena berbagai faktor, antara lain faktor
keuangan. Tentunya, para orang tua menginginkan anak-anak untuk
mendapat pendidikan yang terbaik. Namun, apa daya seringkali kocek
tidak bisa kompromi, akhirnya orang tua terpaksa memutar otak
mencari tambahan uang untuk sekolah anak: meminjam dari sanak
saudara, sahabat, bahkan dari bank. Kerepotan ini seringkali
berulang, apalagi jika jatuh pada waktu harus mencari sekolah baru
(anak melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi). Lalu,
bagaimana menyiasati dana pendidikan ini? Simak yang berikut.

MENGAPA PERLU DIPERSIAPKAN

Ada beberapa alasan pentingnya mempersiapkan dana pendidikan.

Biaya pendidikan makin mahal. Seperti juga dengan harga-harga barang
kebutuhan yang makin meningkat, biaya pendidikan juga makin
meningkat. Memang pemerintah sudah mencanangkan pembebasan biaya
sekolah sampai tingkat SMP. Tetapi, bagaimanapun juga pasti
pendidikan ada biayanya, antara lain: biaya seragam, biaya buku,
biaya pemeliharaan gedung, biaya sepatu, dan biaya transportasi.
Biaya juga perlu diperhatikan terutama jika orang tua mengingnkan
anak mereka untuk masuk ke sekolah swasta, yang pastinya memerlukan
biaya yang lebih besar.

Berpacu dengan waktu. Alasan lain yang penting untuk diingat adalah
bahwa usia anak untuk sekolah. Tidak seperti beberapa kebutuhan lain
yang masih mungkin untuk ditunda (misalnya: renovasi rumah, beli
kendaraan bermotor, liburan keluarga), keperluan menyekolahkan anak
tidak bisa ditunda. Usia anak untuk bersekolah tidak bisa ditunda,
waktu pendaftaraan sekolah juga tidak bisa ditunda. Jadi, intinya:
sekarang atau terlambat.

MENYIASATI DANA PENDIDIKAN

Lalu, bagaimana menyiasati dana pendidikan anak agar ketika waktu
pendafataran sekolah anak, orang tua tidak perlu pusing tujuh
keliling?

Persiapkan sejak dini. Para pakar keuangan keluarga senantiasa
mendengungkan nasehat untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak
dini, bahkan sejak anak belum sekolah. Semakin dini dipersiapkan
semakin baik, karena semakin panjang waktu untuk mengumpulkan dana
pendidikan tersebut.

Rencana Pendidikan. Persiapan tentunya perlu ditunjang pula dengan
adanya rencana pendidikan yang matang. Keputusan mengenai pendidikan
yang akan dilalui sang anak: apakah akan ke sekolah swasta atau
negeri, berapa jarak sekolah dengan rumah, apakah anak akan di
sekolahkan di dalam kota, luar kota atau bahkan di luar negeri
(terutama untuk perguruan tinggi). Semua ini sebaiknya sudah
direncanakan sejak dini, sehingga bisa diperkirakan jumlah dana
perlu dikumpulkan serta kapan dana tersebut perlu dikeluarkan.

Sisihkan secara rutin. Lalu, bagaimana mendapatkan dana pendidikan?
Ada banyak cara: asuransi pendidikan, tabungan pendidikan, investasi
(dalam bentuk barang ataupun reksadana). Apapun jenis investasi yang
dipilih, yang perlu diingat adalah dana pendidikan perlu disisihkan
secara rutin dari penghasilan yang ada. Bisa juga orang tua
menyisihkan dana tambahan dari penghasilan tambahan seperti
tunjangan hari raya, atau berbagai insentif lain yang diperoleh.

Nah, sebelum kepusingan mencari dana pendidikan harus dihadapi,
orang tua sebaiknya menyiapkan dana pendidikan sejak dini dengan
menyisihkan secara rutin sejumlah dana dari penghasilan rutin.
Sukses untuk kita semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: