MENGURAI FORMULA SANG IDOLA

Oleh:
Prof. Roy Sembel, Smart_WISDOM@ yahoogroups. com
Pejabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Multimedia Nusantara
(Grup Kompas Gramedia)

Sandra Sembel, pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
(ssembel@yahoo. com)

Topik kali ini diilhami dari sebuah acara pencari bakat menyanyi
yang diklaim sebagai acara televisi yang paling banyak ditonton di
seluruh dunia. Acara ini juga punya versi lokalnya di banyak negara
di dunia termasuk juga di Indonesia. Ternyata untuk berubah dari
orang kebanyakan menjadi seorang `idola’ tidaklah mudah: bermodalkan
bakat dan penguasaan teknik menyanyi saja tidak cukup. Banyak hal
diluar hal-hal tersebut yang sangat berpangaruh, bahkan menjadi
faktor penentu dalam mengubah orang, dari kategori biasa menjadi
tokoh dengan kualitas seorang idola. Intinya untuk menjadi idola ada
formulanya. Ingin tahu rahasianya? Silakan simak yang berikut.

FORMULA?

Idola adalah tokoh yang disorot banyak orang karena prestasinya yang
prima. Seorang idola juga dijadikan teladan karena kualitas
positifnya yang menonjol. Banyak yang berlomba menjadi idola, namun
hanya segelintir yang memiliki formula sebagai idola sejatilah yang
nantinya akan tampil menjadi pemenang. Apa formula rahasia untuk
menjadi seorang idola dimanapun kita beraktivitas: di tempat kerja,
di sekolah, di tengah keluarga, atau di masyarakat? Formulanya
ternyata mudah diingat, karena mirip dengan rumus teori relativitas
Einstein, yaitu: I = MC2 atau I (Idol/Idola) = M (Mental Power) C2
(Compassion dan commitment)

Mental Power. Jika kita perhatikan, semua `idola’ memiliki kekuatan
mental seperti `biji kopi’ yang sudah dihaluskan. Ketika direbus
dalam air mendidih (ketika mengalami kesulitan), biji kopi tidak
menjadi keras (karena amarah) ataupun menjadi lemah (karena patah
semangat). Sebaliknya, biji kopi berhasil mengubah air mendidih
menjadi air kopi dengan keharuman khas kopi. Artinya, para idola
mampu membuat keberadaan mereka membawa perubahan positif bagi
lingkungan mereka. Mereka juga memiliki kekuatan mental yang tinggi,
yang tak luntur dimakan masalah dan kritik pedas. Mereka tidak ragu
untuk mengambil keputusan untuk mengubah `hidup’ dari yang biasa
menjadi yang luar biasa. Badai kritik yang diterima tidak melemahkan
motivasi mereka untuk sukses. Mereka mampu mengubah kritik pedas
menjadi masukan positif untuk memperbaiki diri.

Misalnya: Melissa Doolittle, seorang peserta acara pencari bakat
tahun ini, berhasil tampil sebagai peserta dengan penampilan terbaik
pada malam penentuan siapa yang akan masuk final. Melissa yang pada
beberapa penampilan sebelumnya banyak mendapat kritik pedas dari
para juri, tidak berkecil hati, dengan kekuatan mentalnya yang
tinggi, ia berhasil memanfaatkan masukan dari para juri untuk
melakukan perbaikan di penampilannya di malam penentuan itu.
Hasilnya: Luar biasa, ia berhasil menjadi peserta dengan penampilan
terbaik, baik dari segi kualitas suara, teknik menyanyi, maupun
penampilan dan penguasaan panggung dan ia juga berhasil memenangkan
suara penonton untuk melaju ke babak selanjutnya: Babak Final.

Compassion. Talenta dan Kekuatan mental tinggi saja ternyata tidak
cukup untuk mengubah seseorang menjadi idola. Orang tersebut perlu
mengkombinasikannya lagi dengan emosi positif yang seluruhnya
dicurahkan untuk memberikan hasil yang luar biasa. Kombinasi unik
ini mampu mengubah seseorang yang tadinya terlihat biasa menjadi
tokoh idola dengan prestasi yang luar biasa. Curahan emosi positif
membuat penampilan seorang idola berbeda secara signifikan dari
penampilan non-idola. Emosi positif ini membuat kemampuan sang idola
bersinar terang dan `hidup’. Sebaliknya, tanpa `compassion’ (emosi
positif pada apa yang kita lakukan), seseorang terlihat seperti
robot walaupun memiliki kemampuan teknis yang tinggi. Jadi, walaupun
memiliki kemampuan teknis tinggi, robot terlihat kurang menarik,
karena tidak ada gairah, tidak ada kehidupan, sehingga tidak ada
kemampuan untuk tampil mempesona.

Misalnya: Salah seorang peserta yang memiliki kualitas suara luar
biasa ternyata tidak berhasil masuk final. Komentar juri tentang
peserta ini adalah emosi yang tidak terlihat kuat dalam
penampilannya malam itu, sehingga karakternya menjadi tidak menonjol
dan penampilannya terasa hambar. Contoh lain adalah Anthony dan
Saut. Keduanya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman kerja yang
serupa (sama-sama editor senior sebuah majalah, dan sama-sama
memiliki pengalaman kerja kurang lebih lima tahun). Keduanya juga
memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan pemimpin
redaksi. Satu-satunya yang membedakan keduanya adalah emosi positif.
Anthony selalu terlihat bersemangat dalam menyelesaikan
pekerjaannya. Ia juga tidak menerima dengan senang hati semua tugas
(walaupun ada tugas-tugas yang tidak termasuk dalam `job-desk’ nya
sebagai editor senior). Sebaliknya, Saut yang memiliki kemampuan
teknis tinggi mengerjakan semua pekerjaannya tanpa menunjukkan rasa
suka cita sama sekali. Bahkan ia sering mengeluh mengenai
pekerjaannya, apalagi ketika diberi tugas yang berada diluar `job-
desk’ nya). Tentu Anda sudah bisa menebak siapa yang akhirnya
terpilih sebagai Pemimpin Redaksi?

Commitment. Satu hal lagi yang wajib dimiliki oleh para idola adalah
komitmen untuk selalu tampil mempesona. Komitmen yang tinggi ini
akan membentuk disiplin tinggi yang membat mereka selalu berusaha
tampil `beda’ dan tampil `prima’. Komitmen yang tinggi akan mampu
mendorong para idola, ataupun calon idola untuk berlatih keras,
mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, dan mendorong mereka
untuk berinovasi (senantiasa mencari cara baru untuk memperbaiki
kemampuan dan penampilannya) . Tanpa komitmen tinggi yang
berkelanjutan, sinar seorang idola menjadi cepat redup. Komitmen
untuk selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik ini berfungsi
seperti bahan bakar. Selama bahan bakar masih ada, maka mesin akan
terus berputar. Jadi, bukan talenta saja yang selalu perlu diasah
dan dipupuk. Komitmen untuk selalu berprestasi unggul juga harus
selalu dilestarikan dan diperbaharui.

Misalnya: Coba kita perhatikan para `idola’ yang telah melegenda
disekitar kita yang pesonanya tak lekang oleh bergulirnya waktu:
Pebisnis sukses `Bill Gates, CEO legendaris `Jack Welch’, ilmuwan
top `Albert Einstein’, negarawan ulung `Winston Churchill, pemimpin
legendaris `Mahatma Gandhi’, dan pejuang kaum papa yang berhasil
mendapat hadiah nobel perdamaian `M. Yunus’. Jika kita perhatikan
dengan seksama, semua idola ini memiliki komitmen yang sangat tinggi
terhadap bidang yang mereka tekuni. Komitmen ini membuat mereka
tahan banting menghadapi badai kesulitan, gunung hambatan dan
lontaran peluru cercaan. Komitmen ini juga mampu membuat mereka
menjadi inovatif dalam upaya menghembuskan cara baru yang lebih baik
dari yang sebelumnya, memperbaiki kualitas layanan mereka dan
menghembuskan angin perubahan yang positif bagi masyarakat di
sekitar mereka, terutama masyarakat yang menjadi target layanan
mereka dimanapun mereka berada.

Kondisinya?

Seperti juga formula lainnya yang memerlukan kondisi tertentu untuk
berfungsi sempurna, formula sukses para idola inipun akan terasa
manfaatnya jika diterapkan dalam kondisi berikut.

Intention. Formula sukses ini akan berhasil kalau memang ada
Intention (keinginan) dari sang calon `idola’ untuk
mengubah `nasib’ dari orang biasa dengan prestasi biasa menjadi
orang biasa dengan prestasi luar biasa. Tanpa adanya keinginan tak
akan ada tindakan. Tanpa adanya tindakan tak akan ada perubahan.

Misalnya: Ilustrasi seorang anak elang yang dipelihara seekor ayam
kiranya sangat menarik untuk kita simak. Seeokor anak elang yang
dibesarkan dan bergaul dengan burung yang berkualitas ayam, hanya
bisa mengagumi kedahsyatan seekor elang. Walaupun ia memiliki
kualitas seekor elang, anak elang tersebut akan tetap menjadi seekor
ayam, karena tidak memiliki keinginan untuk berubah dan berusaha
memanfaatkan seluruh kemampuannya untuk berubah menjadi seekor
elang. Ia percaya begitu saja pada `omongan’ ataupun pengaruh
negatif dari orang-orang disekitarnya, yang merendahkan
kemampuannya. Tanpa adanya intention, tak akan ada perubahan.

Attention. Sinar yang tersebar tidak akan membakar kertas,
sebaliknya, sinar yang terfokus pada satu titik akan mampu membakar
kertas bahkan kayu yang keras sekalipun. Jadi, kondisi berikutnya
yang perlu dipastikan ada adalah Attention (fokus perhatian).
Artinya, setelah kita memiliki keinginan untuk berubah, kita perlu
memiliki perhatian besar pada bidang yang ingin kita tekuni sebagai
ladang yang akan kita `garap’. Perhatian ini akan membantu kita
untuk memanfaatkan kekuatan `fokus’ tersebut. Dengan adanya
perhatian, kita terdorong untuk memfokuskan segala daya, usaha,
sarana dan prasarana yang ada untuk membawa perubahan di bidang
layanan kita.

Misalnya: Florence Nightinggale, perawat legendaris yang membawa
perubahan di bidang layanan kesehat, memiliki perhatian yang besar
pada bidan layanannya: layanan kesehatan. Perhatian ini membuatnya
menemukan hal-hal penting yang perlu diperbaiki dan diubah.

Character. Kondisi terakhir yang perlu kita pastikan ada adalah
Karakter. Seorang idola tidak takut memperlihatkan “karakternya” .
Justru karakternya inilah yang menjadi faktor yang membuatnya unik,
yang membuatnya terlihat menonjol dibandingkan orang lain. Justru
mereka yang `meniru’ karakter orang lain tidak akan pernah menjadi
nomor satu, karena karakter mereka tidak `original’.

Misalnya: Coba kita perhatikan orang-orang yang mencoba meniru
karakter seorang tokoh. Adakah salah satu dari sebegitu banyak
peniru Elvis Presley ataupun Michael Jackson dan Benyamin Sueb yang
menjadi populer atau sukses dalam karir? Mungkin bahkan kita tidak
pernah tahu identitas mereka sebenarnya. Mereka hanya terkenal
dengan julukan `artis mirip Elvis’, atau `mirip Michael Jackson’.
Ketenaran mereka juga cenderung bersifat sesaat, hanya karena mereka
berhasil membuat orang terpesona dengan kemiripan mereka dengan para
idola. Tetapi, justru upaya para peniru ini akan membuat tokoh yang
ditiru menjadi semakin bersinar.

Ingin tampil prima di bidang yang Anda tekuni? Ingin menjadi tokoh
pembawa perubahan positif bagi masyarakat di sekitar Anda?
Terapkanlah formula rahasia para idola legendaris dan pastikan
kondisi yang tepat untuk membuat formula tersebut bekerja dengan
baik. Sukses untuk kita semua.

— new book —

Bila semua teks di bawah ini ada dalam sebuah buku
berjudul “Instrumen Orang Sukses”, apa pendapat Anda?

INTERNET
Sudah cukup banyak orang menulis tentang internet, baik dari sisi
teknologi, pemanfaatan maupun daftar situs-situs yang dapat
dikunjungi. Teknologi yang sudah banyak digunakan ini sangat
bermanfaat untuk meningkatkan nilai pribadi kita. Ada tiga unsur
dalam internet yang dapat Anda manfaatkan: milis (atau mail list),
weblog (atau biasa disebut Blog) dan Friendster. Ketiga unsur yang
ada dalam internet tersebut sama bermanfaat untuk meningkatkan nilai
diri Anda juga untuk meningkatkan penjualan produk yang Anda kelola.
Ada fenomena menarik dari hal yang disediakan internet ini. Pada
salah sebuah milis yang saya ikuti ada sebuah email yang dikirim
oleh seseorang yang biasa membuat resensi untuk buku-buku bagus.
Kata bagus di sini sangat terkait dengan persepsi para pembaca buku
dan peresensi tersebut sehingga tidak perlu juga kita perdebatkan.

MILIS
Untuk pemanfaatan unsur internet yang satu ini, mau tidak mau Anda
harus sudah memiliki alamat e-mail (ada yang menyebut alamat pos
elektronik atau e-mail address). Karena Anda baru bisa memanfaatkan
milis bila Anda sudah memiliki alamat email. Sebagian besar
perusahaan yang sudah menggunakan teknologi informasi bahkan sudah
memiliki server sendiri, karena itu setiap pegawai di perusahaan
tersebut biasanya telah.

WEBLOG
Weblog pada awal diperkenalkan tidak lebih dari sebuah web dan log.
Sebuah diary atau jurnal harian dengan teknolog…. i

FRIENDSTER
Pernah dengar Frigyes Karinty? Coba cari di wikipedia.org dengan
keyword nama tokoh tersebut atau dengan keyword: six degrees. Itu
adalah adalah sebuah teori….

Lalu apa istimewanya?
Tidak banyak. Kecuali bahwa situs ini memuat data dari sekitar 30
juta profil seluruh dunia, saya menggunakan istilah profil karena
mungkin setiap orang memiliki sekitar 10 profil, walaupun kebanyakan
orang yang bergabung hanya mempunyai 1 profil. Anggap saja bahwa
setiap orang memiliki 10 profil, maka situs tersebut memuat sekitar
3 juta orang seluruh dunia. Bukan hal yang istimewa kan? Anda toh
punya lebih dari 3 juta teman di seluruh dunia. Masing-masing profil
juga memuat tidak hanya nama, umur, gender, lokasi tempat tinggal,
tetapi juga memuat latar belakang pendidikan, interest, buku-film-
musik favorit, dan latar belakang ringkas tentang siapa orang
tersebut dan seperti apa orang yang ingin dia kenal. Tidak istimewa
kan? Banyak situs lain yang juga memuat ini, Friendster hanya
memberi kemudahan untuk mencari orang dengan buku favorit tertentu,
misalnya. Tidak istimewa kan? Karena Anda bisa dengan mudah mencari
dan mengingat siapa saja dari 3 juta lebih teman Anda, yang menyukai
buku karangan Stephen R Covey, misalnya. Friendster memang
menyediakan fasilitas yang memberi tahu Anda, bahwa Anda dan si A
sama-sama kenal siapa saja. Tidak istimewa kan? Karena Anda bias
mengingat itu semua. Tetapi ketika ketidakistimewaan Friendster
tersebut tidak Anda miliki, maka berarti ketidak istimewaan
Friendster menjadi perlu bagi Anda.
( halaman 60-61)

Jadi penasaran, apa sih hubungan antara Internet, weblog, milis dan
Friendster dengan sukses? Mengapa tidak langsung cari bukunya dan
temukan jawaban untuk penasaran Anda.

INSTRUMEN ORANG SUKSES
oleh: ARDIAN SYAM (ardian.syam@ gmail.com)
Penerbit: LEMBAGA PENERBITAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA
Komentar endorsement dari Prof. Roy Sembel

1 Komentar »

  1. sangat bermanfaat

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: