REKSADANA ATAU KOIN EMAS

Oleh: Ahmad Gozali

(www.perencanakeuan gan.com)

Dikutip dari Harian Republika, April 2007

Assalamualaikum wr wb

Salam kenal Pak Gozali,
Nama saya Bima, usia 23 tahun. Saya merupakan fans berat Anda dalam hal perencanaan keuangan. Melalui media ini saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan mengingat saya belum mampu untuk menjadi klien Bapak secara langsung.

Saya adalah seorang calon karyawan di salah satu bank swasta dengan penghasilan bersih Rp 3,2 juta/bulan (status saya lajang tanpa sokongan dana dari orangtua lagi). Dengan penghasilan tersebut, saya berencana menyisihkan Rp 500 ribu/bulan untuk menabung dan berinvestasi. Kira-kira apakah dengan jumlah tersebut sudah mencukupi untuk melakukan hal tersebut di atas? Ataukah perlu ditambah jumlahnya? Terus terang saya sudah merancang pengeluaran bulanan saya seirit mungkin.

Untuk orang seusia saya dengan limit yang sudah saya rancang di atas, jenis investasi apa yang paling tepat: koin emas atau reksadana? Saya sih berkeinginan melakukan semuanya, menabung, koin emas, dan reksadana. Terima kasih atas perhatian dan jawaban dari Bapak.

Bima, Bandung

Jawaban:

Waalaikumssalam wr wb

Salam kenal kembali untuk Mas Bima,
Saya merasa salut pada Anda karena di usia muda dan baru menapaki karier, namun sudah merencanakan keuangan Anda dengan baik dan mulai memikirkan investasi untuk masa depan. Sukses untuk Anda.

Rencana Anda untuk menabung dengan menyisihkan penghasilan di awal sudah sangat tepat. Lakukan segera aksi menabung ini segera setelah Anda menerima gaji dan belum terpakai untuk kebutuhan lain. Untuk berinvestasi dan menabung tidak selalu dalam jumlah besar, biar sedikit tetapi bila dilakukan secara rutin dan konsisten tentu lama-kelamaan menjadi besar. Betul kan ?

Usahakan, minimal 10 persen dari penghasilan Anda per bulan bisa ditabung dan diinvestasikan. Bila masih single, kemungkinan angka ini bisa diperbesar apalagi bila Anda masih tinggal dengan orangtua. Maka, angka ini bisa diperbesar hingga 40-50 persen dari penghasilan.

Lalu, ke mana sebaiknya Anda berinvestasi? Sesuaikan dengan profil risiko Anda. Bila Anda masih muda dan belum memiliki tanggungan maka bisa berinvestasi pada produk yang berisiko seperti reksadana dan saham.

Namun, untuk berinvestasi di reksadana dan saham diperlukan modal awal yang besar. Beberapa reksadana memang bisa dibeli dengan setoran bulanan Rp 250 ribu – Rp 500 ribu. Namun, deposit atau setoran awal yang ditanamkan cukup besar minimal Rp 1 juta. Oleh karena itu bila Anda ingin berinvestasi di reksadana kumpulkan dulu tabungan Anda hingga jumlah minimal yang ditetapkan oleh pengelola reksadana baru dapat diinvestasikan.

Kemudian untuk dapat berinvestasi pada emas, sepertinya cukup memungkinkan bagi Anda. Tentunya logam mulia dalam bentuk koin atau batangan, bukan emas perhiasan. Emas batangan ini bisa Anda beli di PT ANTAM atau toko emas yang besar.

Untuk itu, tetapkan pilihan investasi, perbesar saldo rekening tabungan Anda terlebih dahulu dengan setoran Rp 500 ribu/bulan. Mungkin setelah beberapa bulan berjalan, tabungan Anda bisa dialokasikan 1/3-nya untuk tabungan guna berjaga-jaga bila sewaktu-waktu diperlukan, 1/3 bagian untuk membeli emas batangan, dan 1/3 bagian diinvestasikan pada produk reksadana. Selamat berinvestasi, sukses untuk Anda.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: