Entrepreneur Harus Berani Bermimpi

Senin, 12 Mar 2007,

SURABAYA – Menjadi seorang entrepreneur bukanlah sesuatu yang sulit. Asal tahu kekuatan dan potensi diri, langkah selanjutnya bakal lebih mudah. Hal itu dikatakan Julian Foe, senior consultant dan juga founder Asia Pacific Retail Institute (APRI).

“(Entreprenuer) tak sekadar tahu, tetapi juga mampu mengelola kekuatan itu,” ujarnya saat menjadi salah satu pembicara dalam talk show bertajuk The Making of Great Entrepreneurs di Universitas Ciputra, Surabaya, kemarin.

Menurut dia, setelah mengetahui potensi diri, langkah selanjutnya adalah belajar mengelola masa depan. Setiap calon entrepreneur, kata dia, harus berani bermimpi tentang wujud kesuksesan yang diinginkan. “Dengan mimpi itu, kita akan punya motivasi,” kata pria yang punya klien beberapa perusahaan ternama, seperti Kalbe Group, Acer, Intel Indonesia, dan Sony Ericcson Indonesia, itu.

Selanjutnya, untuk mengelola masa depan, entrepreneur harus mampu mengelola 3T (time, talent, dan treasure). “Waktu bagi entrepreneur harus dimanfaatkan dengan efektif,” ujarnya. Talenta harus dimaksimalkan. Terkait treasure, lanjut dia, entrepreneur tak sekadar jago menjual, tetapi punya cara menabung yang bagus. “Apa gunanya sukses transaksi, tetapi pengelolaan keuangan amburadul,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, entrepreneur sukses juga harus bisa mengelola perubahan. Yakni, mampu mengelola setiap keberhasilan yang dicapai dan kegagalan yang dialami. “Kalau berhasil, jangan cepat puas. Gagal 2- 3 kali itu juga biasa,” tuturnya.

Agar sukses, dia juga mengimbau para entrepreneur agar punya mentor sarat pengalaman berbisnis. Itu bukan berarti entrepreneur harus meniru 100 persen pola yang dipakai, tetapi mengambil intisari dari pengalaman bisnis sang mentor. “Paling tidak, entrepreneur itu akan terjaga dari kesalahan proses berbisnis dalam sebuah proses belajar dan sharing dengan si mentor,” paparnya.

Dia menggarisbawahi, jadi entrepreneur hebat jangan dimulai dari trial and error (coba-coba), tetapi lewat experience learning. Pria 35 tahun itu juga mengingatkan agar entrepreneur tahan banting dalam situasi seburuk apapun. “Mereka harus tetap punya komitmen, kesabaran, dan konsisten pada tujuan akhir (kesuksesan),” katanya.

Modal yang selama ini jadi kendala bagi setiap orang yang memulai usaha juga seharusnya tidak dipersoalkan. “Itu bisa disiasati lewat joint dengan orang lain,” ucapnya.

Menurut dia, entrepreneur harus mampu mengubah tantangan menjadi kesempatan. Yang terpenting adalah menyiapkan mental mengelola dengan benar. “Kalau tidak ingin jualan sendiri, Anda bisa gaji orang. Tetapi, kelolalah dengan baik dan professional,” urainya. (kia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: