PILIHAN PRODUK INVESTASI

Oleh: Ahmad Gozali
(www.perencanakeuan gan.com)
Dikutip dari Harian Republika, Maret 2007

Assalamualaikum wr wb

Pak Gozali saya mau curhat nih,
Saya (24 tahun), seorang karyawati di sebuah lembaga kursus komputer. Saat ini, saya punya sejumlah dana (lebih kurang Rp 10 juta), tapi belum ‘pede’ untuk buka usaha sendiri. Karena dananya pas-pasan dan belum tahu bagaimana mengelolanya, saya mau buka deposito aja.

Tapi, seorang teman nawarin asuransi dan investasi, yang katanya lebih besar bunganya daripada deposito. Sementara itu, ada yang bilang, lebih baik reksadana. Saya bingung, sebaiknya gimana ya Pak. Saya belum begitu paham risiko dan manfaatnya. Lebih baik yang mana ya Pak, deposito atau produk asuransi investasi yang katanya bunganya bisa mencapai 20 persen, atau reksadana? Tolong ya Pak, beri pencerahan pada saya. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih.

Haryati, Cirebon

Jawaban:

Waalaikumssalam wr wb

Mbak Haryati,
Investasi pada dasarnya ada dua macam, yaitu investasi ke dalam aset kertas berupa deposito, saham, reksadana, obligasi, dan sebagainya. Dan yang kedua yaitu investasi langsung ke dalam sebuah usaha. Investasi ke dalam aset kertas hasilnya relatif lebih kecil, namun juga punya risiko yang lebih kecil karena dilindungi dengan berbagai aturan. Sedangkan yang namanya usaha, hasilnya bisa tidak terbatas besarnya, dan risiko ruginya pun bisa juga tidak terbatas, sangat tergantung pada pengelolaan usaha yang dilakukan.

Saya lebih sarankan agar Anda sekarang ini menginvestasikan sebagian besar usaha Anda pada aset kertas dan sebagian kecilnya pada usaha. Lalu mana yang sebaiknya Anda pilih, deposito atau asuransi investasi, atau reksadana? Masing-masing ada benefit dan kekurangannya. Deposito memang memberikan keuntungan lebih kecil serta tidak bisa diambil sewaktu-waktu, tetapi aman karena dijamin pemerintah kalau nilainya kurang dari 100 juta. Kemudian asuransi yang berunsur investasi seperti unit link hasilnya memang bisa lebih tinggi di atas deposito, tetapi tidak semua premi yang Anda bayarkan akan diinvestasikan karena sebagian untuk premi asuransinya dan sebagian lagi untuk investasi.

Sayang sekali bukan, padahal Anda sepertinya belum memerlukan asuransi, karena status Anda yang masih lajang dan belum memiliki tanggungan. Adapun reksadana biasanya memberikan hasil yang relatif lebih tinggi dari produk lainnya dan bisa mengikuti inflasi. Tetapi produk ini biasanya perlu dana awal yang cukup besar, dan perkembangannya juga berfluktuasi. Mana yang sebaiknya dipilih?

Karena kondisi Anda sekarang ini masih bekerja, maka saya lebih sarankan agar kira-kira 70 persen – 80 persen bisa diinvestasikan ke dalam aset kertas seperti deposito dan reksadana atau dibagi pada kedua produk tersebut. Deposito digunakan untuk berjaga-jaga sedangkan reksadana digunakan untuk mendapatkan pengembangan. Sementara sisanya 20 persen – 30 persen sisanya bisa mulai digunakan untuk investasi ke dalam usaha sebagai pembelajaran Anda. Misalnya, berpatungan dengan teman/saudara yang bisa mengelola usahanya. Anda bisa mencairkan sebagian investasinya jika sudah cukup besar untuk dipakai sebagai modal usaha, dan tentunya jika Anda sudah ‘berani’ menjalankan usaha sendiri. Demikian, semoga bermanfaat. Jangan segan untuk menghubungi kami kembali bila masih ada permasalahan.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: