INVESTASI UNTUK SI LAJANG

Oleh: Ahmad Gozali
(www.perencanakeuang an.com)

Dikutip dari Harian Republika, Januari 2007

Assalamualaikum wr wb

Pak Ghozali,
Saat ini saya ingin mulai berinvestasi, mumpung masih muda. Sebagai gambaran, saat ini saya masih lajang dengan penghasilan Rp 1.750.000 per bulan. Sementara biaya hidup saya selama satu bulan sekitar Rp 750.000. Yang ingin saya tanyakan, kira-kira instrumen investasi apa yang paling tepat saya gunakan (tentunya yang berbasis syariah)? Sebagai gambaran, saat ini usia saya 24 tahun dan masih tinggal dengan orang tua sehingga tujuan saya investasi hanya untuk mengembangkan dana.

Rahmi Amalia, Jakarta Timur

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Mbak Rahmi, Kalau melihat dari apa yang Anda ceritakan, dapat diartikan bahwa setiap bulannya Anda dapat menyisihkan penghasilan sebesar Rp 1 juta. Ini cukup besar juga apabila Anda tabung.

Nah, sekarang pertanyaannya, ke mana sebaiknya Anda menabungkan uang itu? Pertama, tentu saja Anda bisa menabungnya pada bentuk tabungan yang ada di bank syariah. Hanya saja, mungkin bagi hasil yang Anda terima kecil, tidak sesuai dengan tingkat inflasi yang tinggi. Setelah total simpanan Anda sekitar Rp 5 juta, Anda bisa mencoba deposito. Bagi hasil yang ditawarkan bank biasanya lebih tinggi dari tabungan biasa. Hanya memang kalau pada deposito, Anda tidak bisa mengambilnya setiap saat karena memang ada jangka waktu yang bisa Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan investasi Anda.

Kedua, Anda bisa mencoba reksadana syariah. Pada reksadana, Anda dapat melakukan setoran awal dengan minimal nilai hanya beberapa ratus ribu saja — terutama yang dibeli di perusahaan manajemen investasi, bukan lewat bank. Ini berarti, kalau Anda masuk ke reksadana, Anda akan membeli unit penyertaan baru yang senilai dengan total Rp 1 juta setiap bulannya. Pada reksadana ini, tingkat pengembalian yang Anda peroleh akan lebih tinggi nilainya ketimbang tabungan dan deposito yang akan langsung ditambahkan pada nilai unit penyertaan yang Anda miliki.

Ketiga, Anda bisa juga membeli emas. Tapi bukan dalam bentuk perhiasan, tapi dalam bentuk batangan atau koin. Nah, kalau harga emas sekarang sekitar Rp 170 ribu per gramnya, ini berarti Anda harus membeli sekitar 9 gram emas setiap bulannya. Kalau setahun, Anda sudah bisa mengumpulkan 108 gram emas, atau bisa juga lebih sedikit kalau harga emas per gramnya meningkat.

Sekarang, mana sebaiknya yang Anda pilih? Tidak perlu pusing Mbak. Kalau Anda masih lajang dan masih muda, serta tidak akan memakai dana tersebut dalam jangka pendek, saran saya sih pilih reksadana saja. Mengapa? Karena reksadana (terutama untuk campuran) umumnya paling berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lumayan di atas tingkat pengembalian deposito dan tabungan. Selain itu, reksadana mampu mengikuti kenaikan inflasi tiap tahunnya serta memiliki tingkat risiko yang seimbang. Selamat berinvestasi dan sekiranya masih ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk menghubungi kami untuk berdiskusi lebih lanjut.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: