LANJUTKAN KULIAH ATAU BELI RUMAH

Oleh: Ahmad Gozali
(www.perencanakeuan gan.com)

Dikutip dari Harian Republika, Maret 2007

Assalamualaikum wr wb

Pak Gozali,
Saya (27 tahun) adalah karyawan sebuah sebuah perusahaan swasta. Saya punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2. Saat ini, saya memiliki tabungan senilai kurang lebih Rp 40 juta. Untuk Bapak ketahui, saya ingin melanjutkan pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan karier, sekaligus pula menambah ilmu. Namun, pada saat yang sama, saya juga ingin punya rumah Pak. Kira-kira, mana yang harus saya dahulukan, sekolah atau rumah?

Rahadi, Jakarta

Jawaban:

Waalaikumssalam wr wb

Mas Rahadi,
Keinginan Anda untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, saya acungi jempol. Sebab, saat ini sangat jarang orang yang mau menimba ilmu lagi. Mereka lebih mementingkan untuk mendapatkan uang agar dapat mempersiapkan kehidupan yang layak di kemudian hari tentunya.

Masalahnya, kadang-kadang kita memang harus realistis. Artinya, mungkin saja pada saat ini kita sudah berkeluarga. Ada istri dan anak lagi. Atau, bisa juga kita mungkin masih lajang, tapi sudah memerlukan tempat tinggal yang permanen. Dalam hal ini, tentu saja bentuk yang paling tepat adalah rumah sendiri. Ya nggak?

Di lain sisi, meningkatkan kualitas keilmuan memang diperlukan. Apalagi kalau itu mungkin menyangkut karier. Artinya, kalau Anda hanya ingin berwirausaha tentunya pendidikan S2 atau magister mungkin tidak mutlak sekali ya. Tapi, lain ceritanya kalau Anda saat ini bekerja pada sebuah perusahaan sebagai karyawan, biasanya akan cukup besar pengaruhnya pada jenjang karier.

Nah, menariknya, tidak setiap dari kita itu bisa punya simpanan uang yang cukup besar. Apalagi kalau Anda bilang bahwa Anda adalah karyawan. Seorang karyawan yang setiap bulan mendapatkan penghasilan, katakanlah Rp 2 juta s/d Rp 4 juta, mungkin jarang yang bisa punya dana sebesar Rp 40 juta seperti yang Anda miliki sekarang kalau tidak mencari tambahan di luar pekerjaan utama atau karena memang Anda sudah biasa menabung dari kecil.

Jadi, mumpung Anda punya uang sebesar itu, kenapa Anda tidak membeli rumah saja dulu. Mengapa? Ini karena dengan adanya rumah, istri dan anak Anda, bisa punya ketenangan batin. Kalaupun Anda masih lajang sekalipun, Anda juga tetap akan punya ketenangan batin karena toh kalau nanti Anda menikah, Anda sudah punya rumah tinggal untuk mereka.

Tapi kalau Anda menggunakan uang itu untuk mengambil gelar magister, Anda jelas masih harus menabung lagi untuk membeli rumah yang dari tahun ke tahun mengalami kenaikan harga sangat tinggi, jauh melebihi kenaikan biaya kuliah. Dan lagi, kalaupun Anda punya rumah terlebih dahulu, saya yakin, Anda masih tetap bisa melanjutkan kuliah pada usia berapapun kan? Saya sering sekali melihat peserta kuliah pada jenjang magister yang umurnya bahkan lebih dari 40 tahun.

Artinya, tak ada kata terlambat untuk belajar. Yang ada, terlambat untuk beli rumah, karena kenaikan harga rumah setiap tahunnya seringkali jauh melebihi kenaikan penghasilan kita setiap tahunnya. Dan lagi, berbuat baik untuk istri dan anak Anda dengan terlebih dahulu memikirkan kepentingan mereka dengan membelikan mereka rumah saya pikir jauh lebih baik daripada terlebih dahulu memikirkan kepentingan Anda sebagai pribadi. Bukankah begitu? Semoga bermanfaat.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: