KOMUNIKASI KEUANGAN DENGAN PASANGAN

Oleh: Ahmad Gozali
(www.perencanakeuan gan.com)

Dikutip dari Harian Republika, Februari 2007

Assalamualaikum wr wb
Bapak Gozali yang baik,
Kami (saya dan istri) punya masalah dengan pengelolaan keuangan di rumah. Masalah ini seringkali menimbulkan ketegangan. Saya telah mencukupi kebutuhan keluarga, namun istri menghendaki saya menyerahkan semua pendapatan saya kepadanya. Sementara saya sendiri memiliki tanggungan yakni biaya berobat ibu. Untuk Bapak ketahui, istri saya kurang berkenan kalau saya membantu biaya pengobatan ibu. Mohon masukan dari Bapak, dalam Islam siapakah yang berkewajiban mengelola keuangan: suami atau istri? Terima kasih atas penjelasan Bapak.

Hari

Jawaban:

Waalaikumssalam wr wb

Pak Hari,
Saya turut prihatin dengan masalah keuangan keluarga Anda yang memicu ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Saya yakin, tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan asalkan Anda dan pasangan berpikir jernih untuk mencari solusi dengan dilandasi cara yang baik sehingga tercapai kesepakatan bersama. Tentu, semua ini dilakukan agar cita-cita terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah menjadi suatu realita pada keluarga Anda. Dan salah satu faktor penting yang membentuk nuansa keharmonisan dalam rumah tangga adalah manajemen keuangan yang benar dan tepat.

Tidak ada ketentuan yang mengharuskan suami menyerahkan semua penghasilannya kepada istri. Dalam hal ini, yang menjadi kewajiban suami adalah memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal layak untuk istri dan anak-anaknya. Sedangkan istri bertugas sebagai bendahara/pengelola keuangan rumah tangga.

Bagaimana peran suami dalam pengelolaan keuangan keluarga? Nah, suami bertugas melakukan cek, evaluasi, serta persetujuan terhadap perencanaan keuangan yang diatur istri. Dalam sebuah hadits, Rasululah SAW menegaskan: ”… dan istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan bertanggung jawab atas tugas kepemimpinanya tersebut”. (Muttafaq’alaih) .

Kemudian bagaimana bila dikaitkan dengan permasalahan yang Anda hadapi? Sebagai seorang bendahara dan pemimpin rumah tangga suami, maka hendaknya istri diberikan keleluasaan untuk mengatur pembelanjaan sesuai dengan rencana yang disepakati. Oleh karena itu, bila Anda memiliki rencana untuk membantu orang tua hendaknya dimusyawarahkan di antara keluarga dengan sebaik-baiknya. Usahakan, hak-hak istri dan anak-anak tidak terabaikan, baik untuk masa kini dan masa depan. Dengan begitu tidak ada kecurigaan dari istri.

Selanjutnya komunikasikan secara baik-baik dengan pasangan Anda tentang kewajiban Anda untuk berbakti kepada ibu Anda melalui cara membantu biaya pengobatan dan akan bernilai pahala tersendiri jika ikhlas. Jelaskan pula bahwa hakekat bersedekah adalah Insya Allah justru akan melipatgandakan rezeki yang kita terima nantinya. Saya percaya jika Anda dan istri terbuka dalam mengungkapkan keinginan, saling memahami, serta selalu bermusyawarah mencapai kata sepakat termasuk dalam urusan keuangan, maka tidak akan terjadi konflik pada keluarga Anda.

Komunikasi yang baik antara suami-istri adalah modal utama agar sukses dalam mengelola keuangan keluarga. Untuk ini, hindari tindakan menyembunyikan masalah keuangan keluarga dari pasangan Anda, dan jangan mengacuhkan atau menunda penyelesaian masalah-masalah keuangan tersebut karena makin lama ditunda akan makin membahayakan kondisi keuangan keluarga. Demikian, semoga bermanfaat. Semoga Anda segera terlepas dari masalah dan tercapai kesepakatan dengan istri Anda.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: