Pekerja Migran China Rajin Menabung

Beijing – Anak laki-laki Zhang Xiaochun berusia 14 tahun, tetapi ia tidak pernah melihat anaknya itu sejak ia meninggalkan desa di barat daya China untuk bekerja di ibu kota delapan tahun silam. Ia berpikir terlalu mahal untuk mudik.
“Saya ingin menabung sebanyak yang saya mampu,” kata wanita berusia 36 tahun itu, yang berbicara dengan aksen khas kebanyakan orang desa Provinsi Sichuan. “Uang yang mendorong kami ke sini.”
Zhang adalah tukang sapu koridor bangunan perkantoran 33 lantai Beijing, dan suaminya, yang juga meninggalkan rumah ketika anak laki-lakinya berusia enam tahun, bekerja pada sebuah lokasi konstruksi.
Mereka hanya membelanjakan uang untuk kebutuhan yang paling dasar, dan bersama mereka mampu menyimpan 9.000 yuan (US$ 1.150) di bank tiap tahun. Ibu Zhang merawat anak remaja yang mereka tinggalkan di rumah.
Pendapatan komunitas petani China – sumber utama angkatan pekerja migran negara itu – telah meningkat secara signifikan dalam tahun-tahun belakangan ini.
Kementerian pertanian menyebut kenaikan disesuaikan-inflasi enam persen pada 2006, dan bekerja di kota merupakan faktor penyumbang utama.
Namun, cerita yang dikatakan Zhang dan para pekerja migran lain mengisyaratkan bahwa uang ekstra tersebut mungkin tidak berarti menjadi lebih konsumtif, yang pemerintah China pandang sebagai krusial bagi pertumbuhan di ekonomi terbesar keempat dunia itu.
“Pertumbuhan konsumsi telah menurun bahkan ketika pendapatan terus meningkat,” kata Huo Deming, seorang profesor ekonomi di Universitas Peking. (ant/afp)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: