INGIN SISIHKAN PENGHASILAN UNTUK MENABUNG

Oleh: Ahmad Gozali
(www.perencanakeuang an.com)

Dikutip dari Harian Republika, Januari 2007

Assalamualaikum wr wb

Pak Ghozali yang baik,
Saya adalah karyawati sebuah perusahaan swasta, tepatnya di salah satu perusahaan kontraktor di Kalimantan Timur. Saya mohon saran dari Bapak, bagaimana mengatur keuangan saya karena selama ini saya belum bisa menyisihkan sebagian kecil penghasilan saya untuk tabungan. Adapun pemasukan/gaji saya per bulan Rp 1.700.000, dengan pengeluaran rutin:

1. Arisan Rp 200 ribu/bulan
2. Cicilan koperasi Rp 250 ribu/bulan
3. Biaya sekolah adik Rp 300 ribu/bulan

Demikian permasalahan saya. Saya berharap, Pak Ghozali berkenan memberikan saran-saran agar saya bisa mengatur pengeluaran dan menyisihkan uang untuk tabungan.

Novi

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Mbak Novi,
Bila melihat kondisi keuangan Anda, rasanya cukup aman dengan kondisi cicilan hutang belum mencapai 30 persen dari total penghasilan. Sayangnya, Anda tidak menuliskan total pengeluaran untuk biaya hidup sehari-hari agar memudahkan analisis keuangan Anda. Langkah awal untuk mengatur keuangan Anda dimulai dari penyusunan anggaran bulanan.

Anggaran merupakan acuan pembelanjaan, jadi memuat rencana pengeluaran dalam satu bulan ke depan. Setelah anggaran tersusun, segala pengeluaran kita harus berpedoman pada anggaran tersebut. Kegiatan menabung juga kita masukkan sebagai komponen pengeluaran dalam anggaran. Dengan begitu, pengeluaran yang kita lakukan lebih mudah dikontrol karena telah direncanakan sebelumnya.

Oleh karena itu, segera setelah Anda menerima penghasilan, alokasikan menjadi empat komponen anggaran yaitu:

1. Kewajiban sosial/berzakat atau berderma.
2. Membayar cicilan hutang yang besarnya tidak boleh melebihi 30 persen.
3. Tabungan dan investasi minimal 10 persen.
4. Pengeluaran sehari-hari.

Jadi, kegiatan menabung dilakukan diawal segera setelah menerima gaji, bukan menunggu uang sisa di akhir bulan. Karena pada kenyataannya, uang itu sulit untuk bersisa. Lakukan kegiatan menabung dengan cara ini, secara disiplin dan berkesinambungan. Saya yakin dalam jangka panjang hasilnya akan memadai.

Bila Anda mengalami kesulitan menabung, sebenarnya kegiatan arisan yang Anda lakukan merupakan proses pembelajaran dari menabung. Bedanya, arisan dilakukan dengan mengumpulkan uang dan mendapat dalam jumlah sama. Sedangkan bila menabung di bank, Anda akan mendapat tambahan dalam bentuk bunga/bagi hasil. Faktor lain yang membuat orang lebih mudah ikut arisan ketimbang menabung adalah, arisan lebih memaksa kita untuk menyetor uang. Sedangkan menabung, perlu kesadaran diri yang lebih tinggi. Demikian penjelasan dari saya, mudah-mudahan bisa membantu Anda.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: