SENI BERINVESTASI (ART OF INVESTMENT)

“Hidup adalah suatu pilihan”. Kalimat ini bermakna bahwa semua orang mempunyai kebebasan memilih dalam menjalani kehidupan. Kebebasan memilih merupakan hak semua orang yang patut dihargai dan disyukuri, terutama bila kita memahami dengan benar pilihan yang kita ambil dan mengapa kita memilihnya, bersama dengan konsekuensinya. Namun, tak jarang orang terkesan ‘terpaksa’ dalam menetapkan pilihannya. Salah satu sebabnya adalah pilihan yang mereka ambil itulah yang mereka pahami, mereka tidak memahami pilihan-pilihan lainnya.

Menetapkan pilihan terdapat juga dalam berinvestasi. Dalam memilih jenis investasi, kita harus memahami dulu instrumen investasi yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan kita. Jangan melakukan investasi karena ikut-ikutan atau karena bujukan orang lain. Karena segala keuntungan serta resiko dalam berinvestasi ini tidak dapat ditanggung orang lain, resiko tersebut ada pada diri sendiri.

Berinvestasi ibarat adalah suatu seni, dibutuhkan suatu perasaan (feeling), waktu (timing), dan sentuhan (touching) yang tepat. Ada berbagai jenis/instrumen investasi yang ada saat ini yang dapat menjadi pilihan. Sektor investasi yang kita kenal saat ini adalah sektor non-keuangan, contohnya dengan membuka usaha, investasi di bidang properti, barang antik, lukisan. Investasi di sektor keuangan biasa dikenal dengan investasi pada portofolio yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan, seperti bank (tabungan, deposito), asuransi (produk asuransi tradisional, unit link), serta pasar modal (saham, reksadana, obligasi, derivatif, dan indeks). Setiap instrumen investasi ini memiliki karakter resiko dan manfaat yang berbeda.

Agar kita dapat lebih memahami seni dalam berinvestasi serta yakin dalam menentukan pilihan, berikut ulasan karakter resiko dan manfaat dari beberapa instrumen investasi yang ada.

Investasi Sektor Non-Keuangan

1.
Buka usaha
Investasi ini membutuhkan keahlian manajemen dan pemahaman tentang iklim usaha yang dijalankan. Kurangnya pemahaman dan informasi memperbesar resiko kerugian, bahkan kebangkrutan. Namun, biasanya, hasil usaha memberikan keuntungan yang jauh lebih besar. Salah satu cara investasi dengan membuka usaha yang sekarang sedang marak adalah melalui sistem waralaba (franchise). Di sini franchiser mengembangkan suatu sistem usaha sehingga resiko yang ditanggung para franchisee lebih terukur dan dapat diminimalisasi. Biasanya, seorang penasehat keuangan (financial advisor) menyarankan untuk membuka usaha sebagai investasi yang menambah arus pendapatan (cash flow) sehingga kinerjanya lebih baik.

2.
Properti (tanah, rumah, ruko, dll)
Investasi pada instrumen ini merupakan pilihan investasi ‘sepanjang masa’. Mengapa? Orang berpendapat investasi ini memiliki karakter resiko yang rendah dan hasil yang pasti meningkat, walaupun sangat lambat. Biasanya orang memilih jenis investasi ini karena sejak dulu orang tua dan lingkungannya telah berinvestasi di sektor ini. Investasi di sektor properti merupakan pilihan baik bagi investor yang menginginkan investasi jangka panjang. Oleh karenanya, sebaiknya aset properti dimanfaatkan juga untuk usaha lain, seperti mengkontrakkan rumah, sehingga dapat meningkatkan arus pendapatan (cash flow).

Investasi Sektor Keuangan

1.
Produk Perbankan (Tabungan, Deposito, SBI)
Investasi di sektor perbankan merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih oleh masyarakat saat ini. Banyak yang beranggapan bahwa produk perbankan memiliki tingkat resiko yang lebih kecil serta terjamin keamanannya. Walaupun hasil yang didapat dari investasi ini tidak besar, namun para investor menganggap bunga yang didapat dari investasi ini cukup. Padahal bunga dari investasi ini tidak dapat melebihi angka inflasi. Dalam ilmu perencanaan keuangan, investasi di sektor perbankan bukan merupakan bagian dari investasi, dan lebih tepat disebut menabung / menyimpan dana. Para penasehat keuangan (financial advisor) biasanya menyarankan untuk berinvestasi di produk perbankan sebagai dana cadangan darurat (emergency fund).

2.
Pasar Modal (Reksadana, Saham, Obligasi, dll)
Pasar Modal adalah jenis investasi dengan karakter resiko tinggi namun memberikan hasil usaha yang menggiurkan. Hasil usaha dari pasar modal mampu membuat para investornya tertantang untuk berinvestasi lebih besar lagi. Namun, dibutuhkan pengetahuan khusus dan mental yang cukup kuat serta dana yang relatif besar bila akan berinvestasi di Pasar Modal.

3.
Asuransi
Sebelum produk asuransi Unit Link diluncurkan pada tahun 2000an, produk asuransi belum menjadi pilihan dalam berinvestasi, karena produk asuransi lebih fokus pada proteksi. Namun, terjadi fenomena menarik ketika produk asuransi unit link mulai dipasarkan. Walau usianya relatif masih baru, namun hasil usaha yang ditawarkan untuk para investornya cukup tinggi. Namun, para investor harus cermat dalam berinvestasi dengan instrumen ini. Karena produk unit link berbasis pada asuransi maka total dana yang diinvestasikan tidak sepenuhnya adalah dana investasi , karena ada sejumlah dana investasi yang digunakan sebagai premi asuransi. Oleh karena itu, pastikan nilai dana investasi dan premi asuransi sesuai dengan yang diharapkan.

Setelah memahami berbagai instrumen investasi yang ada, terlihat bahwa tidak ada instrumen investasi yang terbaik, semua memiliki kelebihan dan resiko. Kini tergantung karakter Anda dalam mengelola resiko yang mungkin terjadi. Namun, untuk memaksimalkan nilai investasi dan meminimalkan resiko, ada baiknya jika Anda melakukan diversifikasi investasi. Anda dapat melakukan investasi di beberapa instrumen dengan nilai investasi yang disesuaikan profil resiko Anda.

Jadi, investasi adalah seni. Seni dalam melakukan pilihan instrumen yang tepat. Pengetahuan dan pengalaman berperan dalam memberikan hasil investasi yang sukses.

Selamat berinvestasi….! PLAN YOUR FUTURE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: