Properti Bisa Jadi Instrumen Investasi Jangka Panjang

Sebagaimana kami mendefinisikan perencana keuangan keluarga adalah orang-orang yang mendampingi dan membantu orang per orang atau sebuah keluarga untuk menyusun sebuah rencana keuangan guna mencapai tujuan-tujuan keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya, kami menemukan berbagai permasalahan keuangan keluarga, mulai dari bagaimana mengatur arus masuk dan keluar dengan lebih baik sampai bagaimana mencapai tujuan keuangan jangka panjang melalui sebuah perencanaan investasi. Dari berbagai instrumen investasi yang tersedia dan dikenal oleh masyarakat banyak adalah properti (bangunan atau tanah) yang merupakan salah satu investasi jangka panjang.
Beberapa waktu lalu, pasangan suami-istri muda (sebut saja keluarga Bapak Cakra) datang ke kantor kami untuk berkonsultasi mengenai keadaan keuangan keluarga mereka. Dari pembicaraan kami, ternyata secara umum mereka menghadapi persoalan pada manajemen arus kas. Hal itu dipicu oleh hadirnya seorang putra gagah hasil buah cinta mereka.
Mereka melihat bahwa dengan kehadiran seorang anak dalam kehidupan berkeluarga mereka, mendorong satu keinginan dalam jangka waktu yang relatif pendek adalah membeli rumah. Mereka menanyakan apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli rumah. Faktor-faktor apakah yang harus dicermati sebelum membeli rumah?
Kendala semakin mahalnya harga tanah atau rumah di lokasi yang baik mengakibatkan keluarga muda seperti keluarga Bapak Cakra harus berpikir keras guna membeli rumah idamana keluarga. Walaupun kredit yang ditawarkan sektor perbankan jangka waktunya semakin panjang, tetapi mengakibatkan bunga yang harus dibayar juga semakin besar malah mungkin lebih besar dari besarnya pinjaman yang diambil. Hal ini tentu saja membantu di satu sisi, yaitu berupa cicilan yang lebih ringan akan tetapi akan membebani arus kas keuangan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kapan Waktunya
Salah satu pertanyaan yang menarik dari Bapak Cakra adalah, apakah sekarang waktu yang cukup tepat untuk membeli rumah idaman mereka? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi harga property? Walau mereka sudah memiliki beberapa pilihan rumah yang mereka inginkan, tetapi dengan masih tingginya tingkat suku bunga untuk kredit rumah membuat keinginan untuk membeli rumah dengan kredit terasa berat, apalagi dengan cara tunai.
Secara teori memang sangat mudah untuk mengatakan bahwa seharusnya Anda membeli rumah di saat harga sedang turun atau sudah mencapai harga terendah. Yang menjadi persoalan justru menentukan kapan rumah mencapai harga terendah adalah pekerjaan rumah yang kompleks.
Sejarah menyatakan bahwa investasi di properti baik untuk jangka waktu yang panjang, apalagi di saat perekonomian bagus harga properti bisa melambung. Akan tetapi dapat terjadi sebaliknya, di saat perekonomian jatuh. Pengertian mendasar atas terjadinya kenaikan atau penurunan harga properti secara umum didasari oleh beberapa faktor:
n Kenaikan tingkat populasi
n Pertumbuhan ekonomi
Kenaikan penghasilan per kapita/ per keluarga
n Tingkat suku bunga
n Ketersediaan lahan serta perumahan yang dibangun oleh developer

Harga Properti
Trend kenaikan harga properti akan sangat dipengaruhi oleh kenaikan angka pertumbuhan penduduk di sebuah negara atau daerah. Di negara dengan kenaikan angka populasi berlipat, angka pertumbuhan jumlah keluarga di masa depan juga bertambah tinggi yang pada akhirnya mengakibatkan meningkatnya permintaan akan tanah atau rumah.
Apabila tanah atau rumah yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan maka akibat selanjutnya adalah kenaikan harga properti. Sebaliknya juga benar. Apabila tingkat pertumbuhan penduduk sebuah negara menurun, yang mengakibatkan berlebihnya persedian tanah atau rumah daripada yang bisa diserap oleh masyarakat, harga properti pun akan menurun.
Tentu saja bukan hanya angka pertumbuhan atau tingkat populasi yang harus diperhitungkan, akan tetapi keberadaan akan dana di kantung masyarakat juga sangat mempengaruhi. Ditambah lagi pertumbuhan ekonomi sebuah negara, juga ikut mempengaruhi pergerakan harga properti.
Apabila perkonomian bertumbuh dengan baik dan tingkat pengangguran juga menurun, banyak anggota masyarakat mampu membeli rumah sehingga pasar properti akan tumbuh dengan pesat. Sebaliknya bila perekonomian menurun (masa resesi) dan pekerjaan sangat sulit diperoleh, masyarakat akan menunda membeli rumah sehingga trend harga perumahan akan menurun.
Harga properti cenderung akan naik di saat pendapatan per kapita juga naik. Hal ini terjadi dalam perekonomian yang maju pesat, di mana lapangan pekerjaan yang tersedia cukup banyak, di mana semakin banyak pasangan suami-istri yang bekerja.
Karena tingkat ketergantungan dari para pembeli rumah sekarang ini sangat terkait dengan kredit kepemilikan rumah, meningkatnya permintaan akan rumah sangat sensitif terhadap perkembangan tingkat suku bunga. Semakin tinggi tingkat suku bunga yang ditawarakan, semakin tinggi besarnya dana yang harus Anda bayarkan untuk kredit tersebut setiap bulannya dan semakin kurang kemampuan masyarakat untuk membeli rumah saat itu. Untuk alasan ini juga harga properti cenderung akan turun di saat tingkat suku bunga meningkat demikian juga sebaliknya.
Untuk Didiami atau Investasi?
Seperti halnya keluarga Bapak Cakra, sebagai pembeli rumah yang pertama yang ingin mereka diami untuk membesarkan serta membangun keluarga. Di masyarakat sekarang ini bukan hanya pembeli pertama seperti Bapak Cakra yang ingin membeli rumah, masih banyak lagi individu yang ingin membeli rumah kedua, ketiga untuk sarana investasi jangka panjang. Mereka berharap akan mendapatkan penghasilan berupa sewa rumah.
Dalam situasi di mana pasar dalam keadaan baik, hasil dari sewa rumah atau properti lebih besar dari hasil yang diberikan oleh instrumen investasi deposito. Di lain pihak Anda juga akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual bila Anda memutuskan untuk menjual kelak.
Menetapkan harga properti di saat siklus perubahan harga terendah atau tertinggi memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan guna mencapai satu kesimpulan bahwa siklus dari harga properti sudah mencapai harga terendah atau tertinggi, yaitu faktor-faktor di atas, di mana angka pertumbuhan penduduk yang pertama harus dilihat. Diikuti oleh penghasilan per kapita dan pertumbuhan perekonomian dari suatu negara.
Tingkat suku bunga juga harus dipertimbangkan karena semakin mahalnya harga untuk memiliki rumah sendiri, tidak seperti beberapa tahun yang lalu. Ketersediaan perumahan yang dikelola oleh developer juga memberikan masukan lain di luar faktor lainnya.

Pertimbangan Selain Harga
Harga bukanlah satu-satunya pertimbangan yang harus diambil guna mengambil keputusan untuk membeli rumah. Keputusan ini juga didasari oleh beberapa aspek yang menurut hemat kami perlu dipertimbangkan. Aspek-aspek tersebut adalah:
n Lokasi
n Akses jalan menuju rumah
n Lingkungan sekitar rumah
n Keadaan fisik rumah itu sendiri
n Ukuran yang sesuai dengan yang diinginkan
Lokasi merupakan faktor penting dalam menentukan harga properti yang ingin dibeli. Seperti halnya Jakarta, ada beberapa daerah yang termasuk daerah dengan harga tanah yang mahal seperti Kemang, Menteng, Pondok Indah dan sebagaianya. Sekarang ini perumahan lebih menitikberatkan ke luar Jakarta dengan akses jalan alternatif yang cukup baik. Karena lokasi yang strategis serta akses jalan yang beragam mengakibatkan harga sebuah rumah atau tanah menjadi sangat mahal.
Tapi apabila Anda memiliki kemampuan untuk membeli rumah di daerah strategis, hal ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat baik. Karena keterbatasan serta eksklusivitas daerah strategis mengakibatkan harga properti di daerah tersebut akan stabil di saat keadaaan ekonomi sedang lesu dan menaik bila perekonomian berkembang.
Akan tetapi Anda tidak harus membeli tanah atau properti di daerah strategis untuk mendapatkan kemudahan akses menuju sekolah, mall atau tempat lainnya. Sekarang ini banyak developer walau tempatnya di luar atau perbatasan Jakarta memberikan fasilitas berupa rumah sakit, sekolah, supermall, supermarket dan lain-lain di sekitar perumahan. Perumahan ini biasa disebut dengan perumahan satelit.
Anda juga tidak perlu membeli rumah di daerah strategis untuk dapat tinggal di lingkungan yang nyaman dan aman. Banyak perumahan sekarang ini walau di luar atau pinggiran Jakarta memberikan fasilitas lingkungan yang nyaman. Untuk tempat tinggal, membangun keluarga sebaiknya jangan di daerah perindustrian, terminal bus, tempat pembuangan sampah, atau tempat penyimpanan bensin atau gas.
Keadaan fisik rumah yang Anda inginkan juga harus diinspeksi. Jangan sampai Anda memperoleh sebuah bangunan yang dengan kasat mata bagus akan tetapi di berbagai sudut bangunan rumah sudah bobrok. Teliti sebelum membeli. Hal mendasar yang harus Anda lakukan adalah meninjau apakah rumah tersebut memerlukan renovasi yang besar untuk dapat Anda tinggali dengan keluarga dengan segera. Rumah-rumah baru belum tentu juga baik semua, tidak ada salahnya bila Anda meneliti juga.
Memang secara umum rumah baru kondisinya lebih baik dari rumah yang sudah tua. Tapi jangan salah, banyak kejadian di mana seseorang baru saja membeli rumah baru dan tinggal di sana, tetapi beberapa bulan kemudian mulai terlihat kerusakan seperti, genting bocor, dinding yang mulai retak-retak dan lain sebagainya. Jadi nama baik sebuah developer juga harus Anda pertimbangkan. Kalau Anda membeli rumah yang sudah tua, Anda harus menyisihkan dana untuk melakukan renovasi agar rumah tersebut layak tinggal.
Terakhir, pertimbangannya adalah ukuran serta tata letak rumah tersebut. Bila Anda membeli rumah dan sedikit sekali disinari matahari (sinar matahari masuk ke rumah) hal itu dapat mengurangi kesegaran ruangan di dalam rumah. Jadi tinggal di tempat yang terlalu panas juga harus ditelaah. Atau kalau di kota besar di luar Indonesia seperti Singapura atau Amerika maka apartemen sudah merupakan tempat tinggal yang umum bagi pasangan muda yang baru memulai hidup baru. Karena masih cukup luasnya tanah yang tersedia, maka membeli tanah yang cukup luas masih memungkinkan di Indonesia. Dengan tanah yang lebih luas pasti berakibat ke harga properti secara menyeluruh.
Jadi bisa disimpulkan bahwa harga properti mengikuti beberapa indikator atau faktor yang menyebabkan terjadinya siklus harga atau perubahan harga dari properti di sebuah daerah. Yang pertama adalah angka pertumbuhan penduduk diikuti oleh pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.
Meningkatnya pendapatan keluarga juga bisa mempengaruhi harga properti. Dengan kemampuan terbatas dari pasangan muda sekarang ini, maka ketersediaan kredit jangka panjang untuk membeli rumah sangat dibutuhkan. Oleh karenanya tingkat suku bunga juga berpengaruh harga properti.
Dengan tingkat pertumbuhan yang rendah dan ketersedian perumahan yang dikelola developer meningkat, hal ini cenderung mengakibatkan penurunan harga perumahan. Karena supply berlebih sedangkan demand terbatas. Menentukan harga terendah dari sebuah siklus perubahan harga properti memang tidak mudah, akan tetapi beberapa faktor tadi menurut hemat kami dapat menolong Anda untuk menelaah perubahan harga pasar properti.
Membeli rumah, apalagi untuk ditinggali tidaklah mudah. Terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan rumah yang diinginkan. Tapi karena letak yang strategis mengakibatkan harga dari rumah tersebut menjadi di luar kemampuan keuangan Anda. Sehingga tertundalah atau batallah keputusan untuk membeli rumah. Dan Anda harus memulai lagi mencari rumah idaman keluarga.
Menurut hemat kami ada beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli rumah. Lokasi merupakan faktor utama yang harus Anda sepakati bersama keluarga (suami atau istri). Melihat lokasi juga harus mempertimbangkan kelengkapan fasilitas di sekitar perumahan seperti sekolah, rumah sakit, tempat hiburan, supermall atau supermarket.
Lingkungan daerah sekitar perumahan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan tinggal di daerah tersebut.
Teliti sebelum membeli. Keadaan fisik rumah juga harus diteliti, apakah Anda memerlukan renovasi menyeluruh atau hanya perbaikan kecil saja. Bila membeli rumah lama pasti Anda harus menyediakan dana renovasi yang cukup besar.
Semoga artikel pendek ini membantu Anda dalam mengambil keputusan berkenaan dengan pembelian besar yang hampir selalu diambil oleh keluarga yang ingin hidup mandiri, membangun keluarga seutuhnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: