Pentingnya Perencanaan Investasi

PERSEPSI DAN REALITAS:

EUREKA
(Edukasi dan Ulasan Perencanaan Keuangan)
Pengasuh: Tim Indonesia School of Life (In-SchooL)
http://www.in-school.org/
Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, Parpudi Lubis

Untuk apa investasi direncanakan ? Orang tua kita tidak melakukan itu toh tetap bisa hidup! Biarkan saja seperti air mengalir ! Apa benar demikian ? Coba simak ilustrasi berikut ini ! Untuk mendapat manfaat maksimum dari ilustrasi ini diperlukan konsentrasi dan kejujuran Anda dalam menjawab pertanyaan dalam ilustrasi ini. Dilarang menggunakan kalkulator atau sempoa atau alat bantu hitung lain dalam menjawab pertanyaan dalam ilustrasi berikut ini! Anda siap ? Mari kita mulai !
Misalkan Anda memiliki uang tunai sejumlah Rp 1 juta. Uang tersebut disimpan dalam bentuk deposito di bank dengan bunga sebesar 10 persen per tahun. Bunga dibayar tiap akhir tahun dan ditambahkan kepada pokok deposito untuk dideposito kembali pada tahun berikutnya. Deposito plus bunganya terus diinvestasikan sampai pada akhir tahun ke-30 dengan bunga konstan 10 persen per tahun. Pertanyaannya: Berapa jumlah uang Anda pada akhir tahun ketiga puluh ?
Untuk membantu Anda menjawab pertanyaan ini, berikut ini proses perhitungannya untuk tahun pertama dan kedua. Pada akhir tahun pertama, jumlah uang Anda bertambah sebesar Rp 0,1 juta yaitu 10 persen dari Rp 1 juta, sehingga jumlah totalnya menjadi Rp 1,1 juta. Pada akhir tahun kedua, jumlah uang Anda bertambah lagi sebesar Rp 0,11 juta yaitu Rp 10 persen dari Rp 1,1 juta, sehingga jumlah totalnya menjadi menjadi Rp 1,21 juta. Begitu seterusnya sampai dengan akhir tahun ke tiga puluh. Kembali ke pertanyaan awal: Berapa jumlah uang Anda pada akhir tahun ketigapuluh ? Ingat yang ditanya adalah jumlah uangnya bukan rumusnya (yaitu 1,130 [satu koma satu pangkat tiga puluh] juta)! Jangan lanjutkan ke paragraf berikutnya sebelum Anda menjawab pertanyaan tersebut.
Oke, Anda sudah punya perkiraan jawaban versi Anda? Silakan melanjutkan ke paragraf berikutnya.
Pertanyaan tersebut telah kami ajukan dalam banyak seminar / lokakarya investasi. Sebagian besar peserta menyebut angka antara Rp 4 juta sampai Rp 10 juta. Logikanya kira-kira sebagai berikut. Tiap tahun uang bertambah sekitar Rp 100 ribu-an lebih, sehingga dalam 30 tahun bertambah sekitar Rp 3 jutaan lebih. Jadi ditambah dana awal Rp 1 juta, jumlah akhirnya sekitar Rp 4 jutaan lebih. Sayang sekali logika kira-kira tersebut salah besar. Jawaban yang benar adalah pada akhir tahun ketigapuluh jumlah total uang Anda menjadi tujuh belas juta empat ratus empat sembilan ribu empat ratus dua rupiah (sengaja ditulis dengan kata-kata, bukan dengan angka, supaya tidak mudah dicontek).
Pelajaran dari ilustrasi tersebut adalah, banyak orang under-estimate (memperkirakan terlalu rendah) kemampuan uang menghasilkan uang dalam jangka panjang. Ilustrasi ini belum selesai, masih ada kelanjutannya. Seperti dalam kasus pertama, Anda diminta menjawab pertanyaan pada kasus kedua tanpa menggunakan kalkulator atau sempoa atau alat bantu hitung lainnya.
Dalam kasus pertama, uang Anda sebesar Rp 1 juta diinvestasikan dengan bunga 10 persen per tahun selama 30 tahun, sehingga menghasilkan tujuh belas juta empat ratus empat sembilan ribu empat ratus dua rupiah. Untuk kasus kedua, dana awalnya tetap Rp 1 juta, bunga tetap tidak diambil jadi ditambahkan pada dana awal, namun bunganya dinaikkan 2 kali lipat menjadi 20 persen per tahun dan lama waktu investasinya diperpanjang menjadi 40 tahun. Pertanyaannya, pada akhir tahun ke empat puluh, berapa jumlah uang Anda?
Jangan lanjutkan ke paragraf berikutnya sebelum Anda menjawab pertanyaan tersebut.
Oke, Anda sudah punya perkiraan jawaban versi Anda? Silakan melanjutkan ke halaman berikutnya.
Setelah melakukan kesalahan perkiraan pada kasus pertama, semestinya Anda sudah lebih trampil dan akurat memperkirakan jawaban bagi pertanyaan kasus kedua ini bukan? Logisnya sih begitu. Namun, berdasarkan pengalaman kami memberikan pertanyaan ini di banyak seminar atau lokakarya, kenyataannya tidak begitu. Justru pada kasus kedua ini jawaban yang diajukan banyak orang lebih besar kesalahannya dibandingkan jawaban pada kasus pertama.
Sebagian besar peserta menyebutkan angka antara Rp 40 juta sampai Rp 100 juta. Logika yang digunakan kira-kira sebagai berikut. Untuk kasus pertama (Rp 1 juta, 10 persen per tahun, 30 tahun) diperoleh jawaban sekitar Rp 17,5 juta. Oleh karena itu, untuk kasus kedua (Rp 1 juta, 20 persen per tahun, 40 tahun), berawal dari angka Rp 17,5 juta, dengan bunga 2 kali lipat (dari 10 persen menjadi 20 persen), angka itu menjadi 2 x Rp 17.5 juta yaitu Rp 35 juta. Kemudian, dengan mempertimbangkan faktor peningkatan lama waktu dari 30 tahun menjadi 40 tahun, angka Rp 35 juta meningkat menjadi sekitar Rp 50 juta. Kalau menggunakan logika garis lurus (linear), logisnya memang begitu. Namun, dunia investasi tidaklah bekerja menurut garis lurus. Jawaban yang benar adalah satu miliar empat ratus enam puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh satu ribu lima ratus enam puluh delapan rupiah. Ya benar, tidak salah cetak! Jawabannya mendekati satu setengah miliar rupiah.
Untuk kedua kalinya sebagian besar orang (mungkin sekali termasuk Anda) under-estimate kemampuan uang menghasilkan uang dalam jangka panjang. Perbedaan yang sepintas terlihat sedikit (hanya 20 – 10 persen = 10 persen per tahun) bila diakumulasi dalam jangka waktu yang cukup panjang (dalam kasus ini 40 tahun) akan menyebabkan perbedaan hasil akhir hampir seratus kali lipat !
Pelajaran dari ilustrasi tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, sebagian besar orang under-estimate manfaat investasi dalam jangka panjang. Kedua, dengan bekerja sedikit lebih cerdas (dari 10 persen menjadi 20 persen per tahun) dan lebih keras (dari 30 tahun menjadi 40 tahun), hasil investasi yang Anda peroleh dalam jangka panjang bisa berbeda sangat jauh. Perencanaan investasi yang baik dan dilakukan secara ulet dalam jangka panjang dapat membuat perbedaan hasil akhir yang luar biasa besarnya !
Jelas sekali dari contoh di atas, bahwa konsep investasi jangka panjang dengan pola bunga-berbunga memberikan keuntungan yang besar. Tapi mengapa banyak orang yang gagal untuk memanfaatkan keuntungan dari konsep ini? Karena konsep ini adalah sebuah proses bukan hasil. Seperti halnya perencanaan keuangan yang Anda kembangkan, itu merupakan proses bukan hasil akhir. Banyak orang yang tidak memahami untuk mencapai tujuan akhir tentunya harus melalui proses. Seorang juara marathon kelas dunia, harus berlatih keras agar dapat menjadi yang terbaik. Prosesnya bagi mereka adalah berlatih dengan giat.
Konsep bunga berbunga bukan merupakan persamaan linear. Tapi itu merupakan fungsi geometrik. Fungsi linear adalah 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. Sedangkan fungsi geometrik adalah 1, 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya. Perhatikan bahwa perkembangannya akan semakin besar dengan berjalannya waktu. Jelas sekali disini bahwa compound interest sangat menguntungkan.

Jangan memutus rantai Bunga-berbunga (jangka panjang)
Dibutuhkan waktu untuk melihat dampak yang dinamis dari konsep bunga berbunga. Oleh karena itu, kami anjurkan agar Anda jangan pernah memutuskan rantai dari konsep bunga berbunga. Apa yang terjadi bila Anda memutuskannya? Maka Anda akan kembali ke kurva awal.
Bila Anda memutuskan rantai bunga berbunga maka Anda harus memulainya dari awal kembali. Lihat grafik berikut ini:
Memiliki tujuan keuangan jangka panjang dengan pola investasi regular menjadi sangat penting dan konsep bunga berbunga akan memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang. perspektif investasi jangka panjang menjadi solusi terbaik untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Bila Anda TIDAK memutus rantai bunga berbunga maka hasilnya akan dirasakan sangat besar di 3 tahun terakhir. Lihat grafik berikut ini:
Tahun 5 10
Banyak orang yang gagal untuk mempertahankan rantai bunga berbunga karena berbagai hal. Hal ini mungkin saja terjadi karena diawal-awal tahun perkembangan dari investasi dirasa sangat lambat, membosankan. Sehingga mereka memutuskan untuk mencairkannya.
Saran yang bisa kami sampaikan adalah miliki tujuan keuangan yang spesifik, karena dengan adanya tujuan tersebut akan lebih memotivasi Anda untuk tetap mempertahankan investasi sampai jangka waktu yang diinginkan. Apalagi bila tujuan tersebut adalah tujuan jangka panjang.
Semoga ulasan ini membuka mata kita semua akan dampak bunga berbunga terhadap investasi yang kita tempatkan. Akhir kata, ada tiga hal yang bisa mempercepat pertumbuhan investasi yang Anda miliki, pertama adalah modal awal yang ditempatkan. Tapi itu bukanlah segalanya. Anda bisa melakukan dengan berkala.
Kedua, adalah tingkat pengembalian. Tentunya semakin tinggi ekspektasi tingkat keuntungan akan berdampak juga terhadap kenaikan risikonya.
Sesuaikan dengan toleransi risiko Anda, jangka waktu serta kebutuhan akan tingkat likuiditas. Dan terakhir adalah waktu. Saran kami, lakukan program menabung sedini mungkin, manfaatkan dampak compound interest dengan waktu yang Anda miliki.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: