BBM = “BORO – BORO MENABUNG”

HORAS BAH!!!
BBM naik,
hidup tambah SIMANUNGKALIT,
PANDAPOTAN MANURUNG,
banyak SIHOTANG.
Hidup bagaikan mendaki TOBING,
Tak ada lagi HARAHAP,
Kepala pusing sampai SIBUTAR-BUTAR,
Rambut nyaris rontok dan nyaris menjadi POLTAK!!!
Jumlah rakyat miskin sudah sampai PANGARIBUAN.
Anak menangis MARPAUNG-PAUNG,
Otak sudah SITOMPUL,
Tapi kita masih diminta sabar SITORUS!!!
“Jangan putus HARAHAP”, katanya.
Mintala PARLINDUNGAN supaya BONAR2 selamat….,
BUUUUTEET dah…….???!

Ini merupakan gambaran perasaan semua masyarakat kita terhadap kebijakan pemerintah 1 0ktober lalu tentang kenaikan harga BBM dan berimbas pada berubahnya harga-harga untuk kebutuhan hidup kita

Tak terasa sudah satu bulan kita beradaptasi dengan perubahan harga kebutuhan hidup yang terus tanpa kenal lelah makin menaik dan menaik. Sebetulnya ada satu fenomena yang harus kita luruskan terlebih dahulu, harga-harga bukannya menaik melainkan nilai mata uang kita yang semakin lemah. Contohnya adalah sebagai berikut: Kalau dahulu Anda memiliki uang Rp 100.000 dan Anda belikan bensin untuk bahan bakar mobil, maka Anda akan tersenyum lega karena di instrument indicator bahan bakar akan menunjukkan huruf F (fuel), tetapi sekarang jika Anda mengisi bahan bakar mobil Rp 100.000, bisa menyentuh garis tengah pada indicator bahan bakar, sangatlah bagus.Jadi bisa disimpulkan bahwa bukan harga bensin yang naik, tetapi nilai mata uang kita yang turun, inilah yang dikenal dengan istilah Inflasi.

Lantas apakah kita harus berteriak, mengeluh atau bahkan berhenti bernapas? Tidak perlu, yang penting adalah bagaimana kita bisa mensiasati keadaan ini.

Hemat Pangkal Kaya.
Istilah ini sudah tidak relevan lagi dimasa sekarang, yang mungkin adalah investasi pangkal kekayaan, mengapa begitu? Jelas benar, bagi sebagian orang yang memiliki sejumlah dana yang dipakai untuk investasi tentu akan sedikit tersenyum, lihat bunga perbankan yang cenderung meningkat, IHSG yang sedikit mengeliat dan para bisnisman yang mulai meningkat keuntungannya. Semua ini adalah dampak dari kebijakan pemerintah terhadap harga sumber daya minyak.

Lalu bagaimana jika Anda bukan termasuk masyarakat yang memiliki dana lebih untuk ditabung/diinvestasikan? Nah istilah hemat pangkal kaya inilah yang dapat membantu Anda. Ada beberapa cara kita mensiasati dampak kenaikan inflasi saat ini:

Berikut adalah tips ringan dalam mengatur pendapatan kita:

1.
Langkah awal adalah kita membuat perencanaan penggunaan uang untuk hal-hal yang bersifat kewajiban internal kita, saatnya kita mengetahui apakah pengeluaran kita bisa ditekan atau di kelola dengan baik. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilah pengeluaran-pengeluaran menjadi pengeluaran rutin, pengeluaran tidak rutin, pengeluaran produktif & tidak produktif.berikut adalah ilustrasinya:
1. Pengeluaran rutin, adalah pengeluaran yang berhubungan dengan rumah tangga, kehidupan, dan wajib dipenuhi setiap bulannya seperti: Makan, belanja bulanan, transport, keperluan anak, biaya sekolah, cicilan,listrik, telp dll.
Solusi untuk pengeluaran rutin adalah jadikan semua pengeluaran menjadi satu tagihan kredit card yang akan rutin kita bayar setiap bulannya. Keuntungan dari ini adalah kita mendapatkan poin yang jika terkumpul dapat ditukarkan sebagai pengganti annual fee.Atau mungkin Anda pernah melihat ibunda Anda memisah-misahkan penghasilan dari bapak Anda kedalam amplop-amlop yang berbeda? Cara ini bisa kita contoh namun dengan sedikit perubahan, bukan dengan amplop melainkan dengan membuka beberapa rekening yang terpisah untuk mengolongkan beberapa pengeluaran kita.

2. Pengeluaran Tidak Rutin adalah pengeluaran yang berhubungan dengan pribadi kita dan biasanya tidak wajib kita penuhi setiap bulannya, contoh: pengeluaran pribadi untuk hobby, ke salon, perawatan diri, entertaint/traktir temen, social, sumbangan, kado dll.
Solusi untuk pengeluaran tidak rutin adalah dengan menekan emosi, keinginan kita dalam membelanjakan uang dan mulailah berhemat. Jangan membelanjakan uang anda kecuali anda yakin uang itu akan menghasilkan sesuatu yang produktif untuk anda.Buatlah suatu cacatan sebelumnya sehingga Anda hanya terfokus pada yang diperlukan saja.

3. Pengeluaran produktif adalah pengeluaran yang bisa menambah manfaat untuk kemajuan diri atau penghasilan kita, misalnya ikut seminar penjualan, membeli buku motivasi, entertaint klien, biaya sekolah anak, dll. Cara mengelola pengeluaran produktif adalah jangan pelit mengeluarkannya, tapi pastikan pengeluaran itu akan memberikan hasil finansial pada anda kelak.

4. Pengeluaran tidak produktif adalah pengeluaran yang tidak bisa menambah manfaat untuk kemajuan diri atau kesuksesan kita.misalnya menonton film, hura-hura,belanja konsumtif dll Solusinya untuk pengeluaran produktif adalah tekan keinginan anda untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan jangan memakai kredit card- berhutang untuk keperluan ini Dan Janganlah Anda langsung memutuskan untuk membeli walau Anda sanggup membayarnya.

2.
Sisihkan pendapatan Anda untuk ditabung sebagai dana darurat, mengapa? Tabungan ini bukan merupakan bentuk investasi, tetapi merupakan suatu perlindungan jika kita mengalami kejadian-kejadian/ resiko diluar kehendak kita, misalnya saat berpergian keluar kota, ternyata salah satu keluarga terserang sakit, maka bisa kita gunakan tabungan tersebut untuk biaya pengobatan, atau ternyata kendaraan Anda mengalami kerusakan dalam perjalanan, ingatlah bahwa situasi saat ini sangat sulit diprediksi, Anda dapat menggunakan tabungan tersebut sebagai dana darurat.Intinya tabungan yang Anda persiapkan dapat dipergunakan dalam keadaan tersebut tanpa harus MEMBUAT ANDA BERHUTANG.

3.
Saat menerima gaji atau komisi atau pendapatan lainnya adalah saat yang tepat bagi kita untuk menutup atau paling tidak mengurangi hutang kartu kredit kita. Usahakan bayarlah lebih besar tagihan kartu kredit Anda dibandingkan pembayaran-pembayaran sebelumnya, karena dengan hutang kita berkurang maka asset bersih kita akan semakin bertambah besar. “Ingatlah selalu bahwa bunga yang dibebankan pada kartu kredit Anda total 1 tahun kurang lebih 38% jika bunga yang dibebankan sebesar 3,2% perbulan”

4.
Jika memang pendapatan Anda setelah membuat perencanaan diatas masih mencukupi, maka gunakanlah sebagai sarana untuk berinvestasi, investasi disini bisa Anda lakukan dengan cara menambah Asset kekayaan seperti membeli barang-barang produktif misalnya membeli perlengkapan rumah, merenovasi rumah atau membeli peralatan rumah tangga lain yang bisa membuat nilai asset anda bertambah. Jika memang Anda seorang yang bertipe agresif atau moderat, dapat Anda gunakan untuk berinvestasi di instrument-instrumen investasi yang tersedia.

Produktif, Produktif dan Produktif
Saat ini adalah saatnya Anda memaksimalkan segala bentuk upaya demi kelangsungan hidup diri dan keluarga. Jika memang anda tidak memiliki pendapatan lain, maka saran saya adalah dengan menambah pendapatan yaitu:

1.
Maksimalkan waktu Anda, jangan terlena dengan keadaan yang ada, jika Anda selama ini bekerja hanya 6-8 jam perhari dan libur pada hari libur, maka pikirkan hasil yang telah didapat dengan 8 jam tersebut, jika anda menambah voleme kerja 2 jam saja maka pendapatan anda juga dapat meningkat sebesar 20% selama jenis pekerjaan yang dipilih dapat menghasilkan pendapatan.
2.
Anda dapat berinvestasi yang bisa menambah pendapatan, sebagai contoh sederhana adalah pada bulan-bulan dimana anda mendapatkan pendapatan diatas rata-rata (missal THR atau bonus). Anda dapat berinvestasi dengan membeli sebuah/dua sepeda motor seharga Rp 9.000.000, dan dengan sepeda motor itu Anda sewakan kepada pengojek dengan setoran Rp 10.000 – Rp 15.000/harinya, maka anda akan mendapatkan setoran + Rp 900.000 (2 motor)/bulannya ,dikurangi Rp 200.000 untuk perawatan maka kita mendapat pemasukan tambahan sebesar Rp 700.000.
3.
Tingkatkan produktivitas dengan memaksimalkan hobby Anda, jika hobby anda belanja sekalipun maka jika kita maksimalkan akan menambah pendapatan, contoh, jika anda belanja janganlah membeli satu barang saja, belilah 2 lusin pasti Anda akan berfikir untuk menjual sisa belanjaan Anda, nah disinilah pendapatan akan bertambah
4.
Jika Anda memiliki Skill khusus, memasak, mahir memperbaiki mobil/motor atau barang rumah tangga, maka komisi tersebut bisa anda jadikan modal wiraswasta berdasarkan skill/hobby Anda yang tentunya akan menambah pemasukan.
5.
Jika Anda termasuk investor yang bertipe agresif maka anda dapat melakukan investasi di instrumen keuangan yang lebih beresiko.

PENERIMAAN (–) INVESTASI (–) PENGELUARAN = MAPAN FINANCIAL
Dahulu kita mengenal istilah penerimaan (–) pengeluaran = Surplus, setelah itu diinvestasikan. Ilmu ini benar, tetapi melihat kondisi saat ini sangatlah sulit jika kita menunggu surplus dahulu baru berinvestasi, karena ada istilah lain yang popular “Makin tinggi pendapatan, makin tinggi pengeluaran”, jadi jika Anda memutuskan untuk menunda investasi sampai dengan adanya kenaikan income, maka hal tersebut sangat mustahil. Investasi – menabung itu haruslah dipaksa, bukan kesadaran, karena memang prilaku kita senangnya dipaksa, ingatlah banyak orang kita memakai sabuk pengaman dalam kendaraan karena takut ditilang bukan mencari keamanan dalam perjalanan. Nah Anda dapat melakukan aktivitas menabung/berinvestasi dengan memotong terlebih dahulu pendapatan Anda sebelum digunakan untuk membiayai pengeluaran yang ada. Sekecil apapun nilai uang yang anda sisihkan dapat membentuk sebuah bukit dikemudian hari bukan???

Jadi janganlah meratapi keadaan karena kenaikan harga BBM dan meningkatnya kebutuhan hidup, saat ini adalah jaman edan, dan untuk mengatasinya bukan ikut menjadi edan tetapi lebih aktif dalam melakukan perencanaan keuangan Anda…..
Jadi BBM bukanlah BORO – BORO MENABUNG selama Anda memiliki perencanaan yang matang. Selamat membuat perencanaan keuangan. PLANNING OR NOTHING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: