MANTRA BISNIS

MANTRA BISNIS
Oleh: Roy Sembel, Academic Expert Advisor,
Universitas Ciputra Surabaya
Sandra Sembel, pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
(ssembel@yahoo. com)

Sim salabim. Abakadabra. Kedua kalimat ini mungkin adalah
mantra yang paling sering kita dengar dan paling banyak diucapkan
oleh para pesulap. Lalu, apa hubungannya mantra dengan bisnis?
Ternyata, bisnispun perlu kekuatan ‘mantra.’ Tetapi, untuk
mantra yang satu ini, Anda tidak perlu pergi ke tukang sulap, ke
dukun, atau bertapa di goa untuk mendapatkan ilham. Anda sendiripun
bisa membuatnya dan menjadikan mantra tersebut memiliki kekuatan
dahsyat. Mantra apa yang dimaksud? Bagaimana membuat Mantra yang
dahsyat? Simak yang berikut.

MANTRA BISNIS

Jika kita simak dengan seksama, ternyata perusahaan yang sukses dan
bertahan lama mempunyai ‘mantra’ yang memiliki kekuatan bisnis
dahsyat yang menggambarkan produk atau jasa yang ditawarkan.
Ungkapan ini memiliki kekuatan dahsyat yang dapat mendorong karyawan
untuk melakukan yang terbaik dan mendorong pelanggan untuk menjadi
konsumen yang setia.

Pengertian Mantra Bisnis. Mantra adalah ungkapan yang diucapkan
untuk menciptakan hasil yang diinginkan. Menurut Guy Kawasaki dalam
bukunya ˜The Art of the Start” mantra bisnis adalah ungkapan yang
menggambarkan secara lugas apa yang Anda tawarkan pada pasar yang
Anda tuju. Ungkapan ini tidak perlu panjang dan indah.

Kekuatan Mantra. Bukan mantra namanya jika ungkapan bisnis tersebut
tidak memiliki kekuatan. Jadi, jika Anda ingin membangun bisnis,
temukan mantra bisnis Anda yang tepat yang memiliki kekuatan berikut.
Kekuatan Nilai: Memberi ˜nilai” bagi produk Anda. Nilai ini membuat
produk biasa menjadi luar biasa.
Kekuatan Pembeda: Membedakan produk Anda dari produk lain yang
sejenis.
Kekuatan Pengambilan Keputusan: Memudahkan Anda dan karyawan untuk
mendasarkan semua keputusan bisnis pada ungkapan ini.
Kekuatan Penggerak Aksi: Mantra ini memiliki kekuatan untuk
menggerakkan seluruh jajaran perusahaan untuk bertindak.
Contoh Mantra Bisnis. Mantra Bisnis tidak perlu dituliskan, tetapi
harus mudah dimengerti dan dihayati. Mantra ini haruslah berupa
ungkapan pendek, yang mudah diingat dan menggambarkan nilai tambah
yang ditawarkan oleh perusahaan. Misalnya, untuk produk minyak
angin, ungkapan “Wes ewes ewes, bablas angine” seperti yang
diucapkan oleh Basuki untuk iklan promosi obat masuk angin, mungkin
bisa dijadikan mantra bisnis. Contoh lainnya adalah ˜penyegar dunia™
untuk sebuah produk minuman, atau ‘makanan cepat saji yang
menyehatkan’ untuk restoran cepat saji.

LANGKAH MEMBUAT MANTRA BISNIS

Apa langkah yang diperlukan untuk membuat ataupun merumuskan mantra
yang dahsyat? Caranya tidak sulit. Hanya ada tiga hal utama yang
perlu diingat dan terapkan.

Menentukan Dasar Berbisnis. Sebelum memulai suatu usaha, pastikan
Anda tahu alasan dasar Anda memulai usaha tersebut. Alasan seperti
˜mendapat keuntungan besar™, ataupun ˜membukukan penjualan
tertinggi™ ataupun ˜menjadi perusahaan yang terbesar™ di industri
tertentu bukanlah landasan yang kuat untuk berbinis yang langgeng.
Beethoven, komposer musik klasik yang karyanya melegenda dan menjadi
abadi mengatakan bahwa ia berkarya bukan untuk reputasi dan
kehormatan, tetapi sebagai ekspresi yang tulus yang datang dari
hati. Guy Kawasaki menuliskan bahwa beberapa dasar penting yang bisa
dijadikan landasan bisnis yang kokoh antara lain adalah sebagai
berikut.

Menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik untuk hidup.
Meningkatkan kualitas hidup umat manusia.
Memperbaiki yang salah.
Mencegah kerusakan.
Contoh lain yang bisa dijadikan pertimbangan Anda dalam merumuskan
ladnasan bisnis, misalnya:

Menawarkan solusi
Memudahkan proses
Bagaimana dengan Anda? Apa dasar yang Anda gunakan untuk berbisnis?
Mungkin Anda bisa menjadikan beberapa contoh diatas sebagai bahan
perbandingan untuk merumuskan landasan Anda berbisnis. Dengan
landasan ini akan lebih mudah bagi Anda untuk menciptakan produk
ataupun menawarkan jasa. Guy Kawasaki menawarkan latihan yang
menarik yang mungkin bisa Anda coba untuk menemukan landasan bisnis
Anda (The Art of the Start). Cobalah untuk menyelesaikan kalimat
berikut untuk menemukan landasan bisnis Anda: Jika perusahaan saya
tidak pernah ada, maka dunia akan menjadi lebih menderita
karena …..

Merumuskan Mantra. Setelah landasan bisnis Anda temukan dan
rumuskan, langkah selanjutnya adalah menggunakan landasan tersebut
sebagai acuan untuk merumuskan mantra bisnis. Ada tiga hal yang
perlu diingat dalam merumuskan Mantra Bisnis. Pertama, Mantra bisnis
harus berupa ungkapan sederhana sehingga mudah dimengerti. Kedua,
ungkapan dalam mantra bisnis juga harus singkat, agar mudah diingat.
Ketiga, yang paling penting, mantra bisnis harus menawarkan sesuatu
yang positif bagi umat manusia secara umum, dan bagi kelompok
masyarakat yang Anda jadikan target pasar yang akan Anda layani.

Bertindak. Mantra bisnis tidak akan memiliki kekuatan dahsyat jika
tidak di ˜amalkan™ dalam bentuk tindakan. Jadi, langkah berikutnya
adalah bertindak. Langkah pertama adalah memulai bisnis Anda.
Kumpulkan orang-orang yang memiliki ˜keyakinan™ bisnis yang sama
dengan Anda untuk memulai usaha ini. Karena bisnis yang sukses,
walaupun dimulai oleh satu orang, tidak akan bisa berjalan tanpa
didukung oleh bantuan orang-orang yang memiliki keyakinan bisnis
yang sama akan landasan bisnis, mantra bisnis, dan produk ataupun
jasa yang ditawarkan. Anda juga perlu menentukan dimana kelompok
masyarakat yang akan Anda layani berada. Datang dan temui mereka
bahwa produk atau jasa yang Anda tawarkan dapat meningkatkan
kualitas hidup mereka, membuat hidup mereka lebih nyaman,
menyelesaikan masalah mereka, memudahkan pekerjaan mereka, ataupun
memperbaiki kesalahan mereka.

Anda ingin membuktikan kekuatan mantra bisnis? Coba temukan landasan
bisnis Anda, rumuskan mantra bisnis dan mulailah usaha Anda. Silakan
mencoba. Sukses untuk Anda.

TEladan MANdiri

KEN GNANAKAN
Oleh: Roy Sembel dan Sandra Sembel

Tokoh teladan kita minggu ini, Ken Gnanakan, adalah tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Ia telah banyak membantu remaja putus sekolah di India. Ia juga telah mencetuskan pendirian banyak sekolah formal dan non-formal baik untuk tenaga profesional maupun anak-anak dan remaja dari kalangan yang kurang mampu. Dengan segudang kegiatan yang telah berhasil membantu menambah nilai kehidupan orang banyak, pastilah Ken Gnanakan memiliki segudang kualitas yang bisa kita teladani. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Dedikasi pada pendidikan

Jenis usaha yang hanya mementingkan keuntungan finansial adalah jenis usaha yang buruk, begitu kata pebisnis ulung Henry Ford. Sepertinya prinsip ini juga yang diterapkan oleh Ken Gnanakan. Segala kegiatan yang dilakukan mementingkan keuntungan dan perbaikan hidup bagi masyarakat yang menjadi target layanan usahanya. Ia mendirikan banyak balai kerja untuk anak-anak yang kurang mampu di India. Balai kerja ini ditujukan bukan hanya melengkapi anak-anak remaja tersebut dengan keterampilan untuk mendapat atau menciptakan pekerjaan, tetapi juga dengan sikap mental dan sikap hati yang diperlukan untuk dapat terus berkembang, menikmati kehidupan dan menghargai anugerah yang dilimpahkan Sang Pencipta. Dedikasinya pada pendidikan untuk orang banyak juga dilakukannya melalui pendirian berbagai sekolah tinggi untuk Lembaga Swadaya Masyarakat di Mongolia, dan program Sertifikasi Kesehatan dan lingkungan. Selain pendidikan untuk orang lain, Ken juga selalu memperhatikan pendidikan pribadi, yaitu ia senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Walaupun telah aktif dalam kegiatan pendidikan bagi orang lain, ia tidak sungkan untuk kembali ke bangku sekolah untuk menyelesaikan studi doktoralnya di bidang filosofi dari King™s College di London.

Filosofi Kail

Dari semua kegiatan sosial yang dilakukan oleh Ken Gnanakan, terlihat bahwa ia menerapkan filosofi kail. Ia tidak memberikan ‘uang’ untuk mereka yang tidak mampu, tetapi ia membekali masyarakat yang kurang beruntung secara finansial dengan ‘bekal’ yang dapat mereka gunakan untuk meraih sukses di bidang masing-masing. ‘Bekal’ ini diberikan dalam bentuk kesempatan untuk mendapatkan pendidikan keterampilan dan juga dalam bentuk buku-buku yang ditulisnya mengenai pengembangan diri, terutama sikap mental yang menunjang pencapaian sukses dalam hidup ini.

Gnanakan sampai saat ini masih aktif dalam kegiatan pendidikan dan sosial. Kedua kegiatan inilah merupakan lahan pengabdiannya. Melalui kedua kegiatan ini ia berhasil meraih kesuksesan yang juga merupakan kesuksesan orang-orang disekitarnya yang dilayaninya. Ingin menjadikan kesuksesan Anda kesuksesan orang-orang sekitar Anda juga? Mungkin Anda bisa meneladani apa yang telah dilakukan oleh Ken Gnanakan. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: