JOIN USAHA BERSAMA KAKAK

Oleh: Ahmad Gozali

(www.perencanakeuang an.com)

Dikutip dari Harian Republika, Desember 2006

Assalamualaikum wr wb

Pak Gozali yang saya hormati,
To the point aja Pak. Saya dapat tawaran dari kakak untuk ikut kerja sama dalam usaha penjualan minuman ringan seperti aqua, teh botol, dan lain-lain. Kakak saya menggeluti bisnis ini hampir 10 tahun lebih. Posisinya saat ini sebagai agen kecil di kawasan terminal dan pasar Citeureup. Semula di kawasan ini ada satu agen minuman dengan skala cukup besar. Namun karena pemilik usaha tersebut meninggal dunia, sementara istrinya tidak mampu menjalankan bisnis tersebut maka perlahan usahanya kian menyusut.

Kakak saya melihat ini sebagai peluang untuk membesarkan usahanya di kawasan tersebut sebagai agen tunggal. Namun kendala yang dihadapinya adalah kurangnya modal. Menurut informasi, modal yang diperlukan untuk pengembangan usaha tersebut paling sedikit Rp 50 juta. Kakak juga sudah berusaha untuk pinjam dana ke bank, namun karena birokrasinya yang sangat rumit dan prosesnya sangat lambat, kakak saya mengambil jalan lain yaitu dengan menawarkan kerja sama usaha, salah satunya kepada saya.

Pak Gozali, saya sangat tertarik dengan usaha itu dan memang sudah menjadi cita-cita saya bahwa setelah selesai kuliah saya akan memfokuskan dalam bidang wirausaha (usaha ini merupakan pilihan kedua dalam rencana usaha saya). Alhamdulillah, dana sebesar itu sudah saya miliki (di tabungan), karena memang saya alokasikan sebagai modal awal buka usaha nanti. Yang menjadi pertanyaan saya:

1.

Bagamana menentukan sistem kerja sama termasuk pembagian keuntungannya?

2.

Jika kesepakatan kerja sama usaha itu diambil, bagaimana cara saya melakukan pemantauan terhadap usaha itu? Karena saya saat ini berada di luar negeri (sampai Maret 2008).

Demikian Pak Gozali, mohon maaf kalau tulisannya terlalu panjang dan mungkin kurang bisa dipahami. Atas bantuan Pak Gozali, saya ucapkan terima kasih.

Rahmat Mansyur

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb
Pak Rahmat, senang sekali berkenalan dengan Anda. Niat Anda sungguh mulia untuk turut membesarkan usaha milik kakak Anda. Di samping membantu keberhasilan usaha milik saudara, tentunya Anda juga kecipratan memetik hasilnya bila omzetnya membesar nanti.

Meski dilakukan sesama anggota keluarga, tetapi sistem kerja sama tetap dilakukan secara profesional dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Tujuannya jelas yaitu agar tercipta kemaslahatan bersama sehingga di kemudian hari tidak ada pertikaian karena salah satu pihak melakukan wanprestasi. Saran saya:

1.

Buatlah akad dalam bentuk tertulis dan salinannya dipegang oleh kedua belah pihak. Dalam akad tersebut memuat antara lain:

* Pihak-pihak yang bekerja sama, dalam hal ini Anda sebagai pemodal dan kakak Anda sebagai pengelola usaha, dan tentukan juga jenis kerja sama yang akan dijalankan.
* Tentukan peran dan tanggung jawab masing-masing. Karena berada di luar negeri, mungkin Anda terbebas dari tanggung jawab pengelolaan tetapi masih memungkinkan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja usaha. Tentukan pula pemimpin usaha. Dalam hal ini, kakak Anda lebih tepat karena lebih menguasai operasional usaha dan perannya sebagai pengelola.
* Kemudian, tentukan sistem bagi hasil di antara pemodal dan pengelola. Karena usaha yang Anda lakukan bersifat padat modal tentunya pemodal mendapatkan bagi hasil yang lebih besar, dan tentunya berdasarkan kesepakatan bersama antara Anda dan kakak Anda dengan saling ridho tanpa ada keterpaksaan.
* Tentukan pula jangka waktu kerja sama yang disepakati baik kerja sama usaha maupun kerja sama bagi hasilnya.

2.

Meskipun berada di luar negeri, Anda masih bisa melakukan pemantauan, antara lain dengan mengirimkan pihak yang bisa menjadi wakil Anda untuk mengadakan pengawasan terhadap kinerja usaha dan tentunya hal ini disepakati pula oleh kakak Anda sebagai pengelola. Anda juga bisa meminta kakak Anda untuk memberikan laporan perkembangan usaha per bulan sehingga Anda dapat melakukan evaluasi. Upaya lain, Anda bisa minta bantuan auditor untuk mengaudit keuangan usaha ini sehingga laporan kinerja usaha lebih akurat karena ditangani auditor, tetapi diperlukan biaya yang tidak sedikit bila menggunakan cara tersebut. Saran saya Pak, kalau memang Anda percaya kepada kakak Anda secara profesional, cukup dengan laporan saja. Dan Anda bisa melakukan cross-check nanti sekembalinya ke tanah air. Demikian, semoga bermanfaat.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: