HUKUM PEMBAGIAN WARISAN

Oleh: Ahmad Gozali

(www.perencanakeuangan.com)

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Assalamua’laikum wr.wb.

Saya mempunyai permasalahan tentang pembagian waris. Belum lama ini kakak laki-laki saya meninggal dunia. Beliau meninggalkan seorang istri, tiga anak laki-laki yang masih kecil (7 thn, 4 th dan 1,5th), ayah – ibu, dan 7 orang saudara kandung. Saya mau tanya siapa saja yang mendapatkan bagian dan berapa bagian bagi masing-masing ahli waris? Bagaimana jika ternyata sang istri tidak mau membaginya, karena dia merasa bahwa peninggalan suaminya hanya miliknya dan anak-anaknya saja.

Terima kasih,

Wassalamua’laikum wr.wb.

Rosalina Safitri — Purwokerto

Jawaban:

Wa’alaikum salam wr wb.

Ibu Rosalina, saya turut berduka atas kehilangan salah seorang kerabat Anda.

Mengenai masalah warisan, di Indonesia sendiri ada 3 landasan yang biasa digunakan. Yaitu berdasarkan hukum Islam, hukum perdata peninggalan Belanda, atau hukum adat. Jika keluarga ahli waris beragama Islam, biasanya lebih diutamakan menggunakan hukum Islam.

Berdasarkan hukum waris dalam Islam, pendapat istri dari almarhum kakak Anda sudah benar. Bahwa yang berhak untuk menerima warisan dari almarhum kakak Anda adalah istri dan anak-anak yang ditinggalkan. Pembagian ditelnya sendiri adalah sebagai berikut, 1/8 dari harta warisan kakak Anda menjadi hak istrinya. Sedangkan sisanya dibagikan kepada anak-anaknya dengan pembagian anak laki-laki dua bagian dari anak perempuan. Karena semua anak-anaknya laki-laki, maka seluruh harta sisanya dibagikan secara merata kepada masing-masing anaknya.

Mengingat anak-anaknya masih di bawah umur yang layak untuk mengelola harta, maka harta anak-anak tersebut harus dikelola oleh walinya. Dalam hal ini, karena ibu dari anak-anak tersebut masih hidup, maka yang menjadi wali yang utama bagi mereka adalah ibu mereka sendiri. Artinya, istri dari kakak Anda tersebut berhak sepenuhnya untuk mengelola harta peninggalan almarhum suaminya untuk kepentingannya sendiri dan kepentingan anak-anaknya.

Demikian yang dapat saya jelaskan, semoga berkenan.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Iklan

5 Komentar »

  1. Indarta said

    Maaf bertanya untuk kasus yang berbeda.
    1. Seorang laki-likai meninggal dan meninggalkan seorang istri, 4 orang anak perempuan, ayah dan beberapa saudara laki-laki serta perempuan, cucu 3 orang dari anak perempuan. Bagaimanakah pembagian waris nya.

    2 Seorang wanita meninggal dan meninggalkan seorang suami (kemudian menikah lagi), 2 orang anak perempuan, 1 orang anak laki, 3 orang saudara perempuan, cucu laki-laki dari anak prempuan dna 1 cucu prempuan dari anak laki-laki. Bagaimanakah pembagian warisnya?
    Terimakasih

  2. bayu said

    saya ingin bertanya untuk kasus yang berbeda.
    seorang laki-laki meninggalkan dua orang isteri.isteri pertama tidak punya anak dan isteri kedua mempunyai tiga orang anak.yang jadi masalah apakah anak tersebut mempunyai hak/bagian dari harta gono gini dengan isteri pertama?jika ya,bagaimana cara membaginya menurut hukum isalam.
    terimakasih

  3. bondan said

    ok

  4. LIDIYANA said

    MENGAPA SAYA TIDAK DAPAT MENEMUKAN PEMBAGIAN WARISAN DARI IBU DALAM HUKU PERDATA?

  5. LIDIYANA said

    mengapa saya tidak menemukan pembagian warisan dari ibu dalam hukum perdata?

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: