TIPS MENGELOLA CATERING

Oleh: Safir Senduk
(www.perencanakeuangan.com)
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 926/XVIII

Salam sejahtera
Nama saya Anto, tinggal di Denpasar, Bali. Saya baru saja buka usaha katering bersama dengan seorang teman. Pekerjanya adalah adik saya dan teman-temannya. Yang ingin saya tanyakan, apakah ada tips-tips yang bisa saya dapatkan untuk mengelola usaha katering ini. Trima kasih, lo Pak.

Anto – Denpasar

Jawab:

Selamat ya atas dibukanya usaha katering Anda, kalo ke Bali nanti saya mampir ya? ikut nyicipi. Usaha katering sebetulnya adalah usaha yang pasarnya berdasarkan selera. Anda tentunya mengerti bahwa kalo Anda membuat usaha katering – misalnya – di Padang Sumatra Barat pasti harus agak lebih pedas karena selera mereka seperti itu. Atau kalau Anda membuka usaha ini di Yogyakarta, harus agak lebih manis karena selera masyarakatnya umumnya begitu. Nah bagaimana Bali? Anda tentunya lebih tahu selera sebagian besar orang Bali, ya kan?

Selain selera, hal lain yang biasanya harus diperhatikan adalah kebersihan. Tentunya Anda harus sangat memperhatikan hal ini, karena bisnis Anda berhubungan dengan makanan dan orang sangat berkepentingan terhadap tingkat higienis dari makanan yang akan mereka makan. Sepertinya itu mudah. Tapi yang mudah ini yang biasanya diremehkan oleh orang.

Misalnya saja dalam penyajian makanan berkuah ada beberapa usaha katering tidak menyediakan plastik pembungkus sehingga kuah makanan tersebut belepotan atau ada beberapa usaha katering menambahkan tisue sebagai tambahan sehingga tercermin bahwa usaha mereka bersih. Yah masih banyak cara lain yang bisa dicoba.

Nah yang lain yang biasanya diminta oleh orang yang memesan kepada Anda adalah variasi menu. Walaupun bahan makanan yang Anda tawarkan mahal harganya, tapi kalo menunya tidak pernah berubah, susah menarik perhatian. Kalo hari ini ayam ya besoknya telur, terus ikan dan lain-lain. Kalo hari ini pedas ya besok agak manisan atau sedikit asam dan lain-lain.

Hal terakhir juga yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana mengelola keuangan dalam usaha Anda. Yang jelas, coba sesuaikan penggunaan modal kerja Anda (uang yang digunakan untuk membeli bahan makanan) dengan perkiraan ramai tidaknya permintaan pada masa-masa tertentu. Jangan lupa untuk tidak tergoda menghabiskan semua pemasukan Anda untuk dibelikan bahan makanan, atau dipakai untuk keperluan pribadi. Anda perlu cadangan yang cukup kalau-kalau pemasukan usaha Anda sedang menurun kan?

Ok Mas Anto, mungkin itu saja sedikit gambaran yang dapat saya berikan, semoga dapat membantu memajukan usaha Anda ya.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: